’’Jadi kalau menurut aku, ikat pinggang itu elemen kecil dengan impact (pengaruh) yang besar. Dia tidak hanya mengikat, tapi mengunci seluruh karakter dari outfit yang kita pakai,’’
Lia Nirawati
Desainer Aksesori
Tak hanya pelengkap fesyen, ikat pinggang kini telah menjadi titik fokus outfit. Sabuk adalah elemen kecil yang memiliki pengaruh besar dalam penampilan seseorang.
HAL itu diungkapkan Lia Nirawati, desainer aksesori asal Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Lia mengatakan, pergerakan tren sabuk saat ini cukup kontras. Di satu sisi gaya minimalis dengan strap clamp (tali sabuk) dan buckle (kepala sabuk) sederhana masih digemari, di sisi lain muncul model ikat pinggang bold dengan gesper besar dengan tekstur unik. ’’Ikat pinggang bold ini menjadi statement peace alias item busana yang mencolok,’’ tuturnya, kemarin (18/4).
Bagi perempuan 37 tahun itu, ikat pinggang kini bukan lagi sekadar pelengkap fesyen, melainkan titik fokus dari sebuah outfit. Jenis sabuk dapat mempengaruhi gaya busana secara signifikan karena dapat membentuk siluet tubuh dan mengarahkan visual tubuh. ’’Satu belt (ikat pinggang) bisa mengubah look (penampilan) yang basic atau biasa jadi lebih edgy, keren begitu,’’ ungkapnya.
Menurutnya, saat ini banyak fesyen stylist yang menempatkan ikat pinggang sebagai item penting. Lebih dari sekadar penahan celana di balik baju, keberadaan sabuk kini semakin ditonjolkan. Misalnya dengan menjadikan ikat pinggang sebagai aksesori luaran busana dress, blazer, serta menjadi aksen layering. ’’Jadi kalau menurut aku, ikat pinggang itu elemen kecil dengan impact (pengaruh) yang besar. Dia tidak hanya mengikat, tapi mengunci seluruh karakter dari outfit yang kita pakai,’’ jelasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah