Berbagai aktivitas dilakukan masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa. Kegiatan ngabuburit yang paling sering seperti mengaji di masjid, berburu kuliner takjil, ataupun bermain di taman.
SUASANA sore Alun-Alun Wiraraja, Kota Mojokerto, semakin ramai semenjak Ramadan. Para pengunjung biasanya memadati kawasan jantung kota ini semenjak habis ashar. Mereka menunggu waktu berbuka sambil liburan murah bersama keluarga kecil. ’’Ngabuburit-nya di alun-alun, dekat rumah juga,’’ kata Alfian, warga Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto.
Ngabuburit di alun-alun juga menjadi cara Nur Aini dan keluarga menghabiskan waktu menjelang berbuka puasa. Sambil mencari jajanan takjil yang pas, dirinya bisa menikmati udara segar dan melepasakan penat karena kesibukan sehari-hari. ’’Kalau kebetulan tidak masak di rumah, cari tempat ngabuburit-nya yang dekat-dekat saja,’’ kata ibu satu anak asal Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, tersebut.
Keberadaan Masjid Agung Al-Fattah juga menjadi alasan para pengunjung ngabuburit di alun-alun. Lantunan taradus dari masjid membuat suasana Ramadan kian terasa. Tak jarang, pengunjung berbuka dan menunaikan salat magrib di sana. ’’Kalau pas waktunya juga sekalian tarawih di masjid agung,’’ imbuh Alfian.
Seperti alun-alun, bantaran Sungai Brantas dan taman-taman terbuka juga menjadi jujukan favorit masyarakat untuk ngabuburit. Selain menghilangkan kejenuhan, ngabuburit juga menjadi cara mempererat hubungan dengan keluarga maupun sosial.
Karena itu, tempat-tempat olahraga seperti stadion dan lapangan juga menjadi pilihan sebagian warga untuk menghabiskan waktu menjelang magrib. Mereka melakukan olahraga ringan sambil bermain bersama teman. ’’Yang bikin senang saja ngabuburit-nya,’’ tutur Faizal, remaja di Gelora Ahmad Yani, Kota Mojokerto.
Di sisi lain, pusat-pusat kuliner takjil yang tersebar di sejumlah titik juga menjadi jujukan warga pada sore hari. Deretan UMKM penjaja jajanan yang menawarkan berbagai makanan dan minuman untuk berbuka puasa tak pernah sepi dari pembeli. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah