Akhmad Sub’han Yuda Putra boleh jadi adalah satu dari sekian banyak individu yang telah menerapkan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Baginya menjadikan perilaku 3R sebagai kebiasaan bersama bisa dimulai dari lingkup keluarga. ’’Kalau dalam satu rumah sudah ada satu orang yang sudah bisa menerapkan konsep 3R saja, itu nanti satu rumah itu akan ter-influence (terpengaruh) kok,’’ tuturnya.
Sub’han tak jarang memberi pemahaman kepada anggota keluarganya agar tidak membuang kantong plastik dan menggunakannya kembali. Edukasi itu diberikan secara pelan-pelan dan kontekstual. ’’Misal orang rumah belanja tanpa saya, akhirnya konsep reduce tidak bisa diterapkan, jadi saya akhirnya memberikan semacam edukasi bahwa itu bisa dipakai untuk ini, tidak perlu dibuang,’’ jelasnya.
Paradigma 3R dalam kehidupan sehari-hari bisa diterapkan sebagai gerakan di tingkat wilayah kota atau kabupaten. Menurutnya, upaya dalam mengatasi persoalan sampah tersebut membutuhkan tangan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan konkret dan edukasi secara terus-menerus. ’’Infrastruktur pengelolaan sampah harus benar-benar jalan dan bagus, termasuk yang paling krusial tempat untuk recycle,’’ tandas dia.
Menurut Sub’han, pola hidup sehat dengan konsep 3R bisa diterapkan dengan pembiasaan. Karena itu, perlu ada monitoring dan pengawasan secara berkala dan tegas. ’’Biasanya orang bisa karena terbiasa, kalau hanya lewat seminar ya jelas tidak pengaruh,’’ ucapnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah