”Sebenarnya untuk tren K-pop di kota mana pun semua tergantung media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan sebagainya, karena secara keseluruhan setiap ada comeback dari boy group atau girl group bisa dipastikan akan ngetren di kalangan pecinta K-pop dan non-K-pop,” tutur Nona, panggilanya, kemarin (24/1).
Nona mengatakan, varian K-pop dance yang sedang digandrungi juga sangat bergantung pada lagu yang sedang naik daun. Tarian yang dibawakan grup musik tersebut dalam waktu singkat bakal dipelajari untuk dikover lalu ditampilkan di atas panggung. ”Setiap ada comeback dari boy group atau girl group, semua pecinta K-pop pasti akan mempelajari dance tersebut dan akan melakukan challenge yang sedang viral,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Ketua Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Mojokerto Hery Suyanto. Menurut dia, menjamurnya tren kover K-pop dance di kalangan anak-anak muda tak lepas dari semarak budaya Korea di Indonesia. Gaya tari modern ini memiliki gerakan energik dan formatif dengan iringan musik pop Korea yang memiliki unsur hiphop dan jazz. ”K-pop dance ini termasuk jenis tarian bebas, bisa dikatakan modern dance atau kreasi baru,” ungkapnya.
K-pop dance yang lahir dari penyanyi grup vokal biasanya ditampilkan secara beregu. Koreografi dance Korea cenderung atraktif dengan gerakan yang tak selalu sama persis antarpersonel namun tetap sinkron. Gaya formatif atau terformat itulah yang kerap memberi kesan takjub kepada penonton. ”K-pop dance sekarang juga banyak dilombakan, dengan kriteria penilaian yang dilihat aspek kekompakan, kemiripan gerakan dengan koreo asli, dan lain-lain termasuk konstumnya juga,” tandas Hery. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah