Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dari Hobi Menjadi Bisnis, Peluang Cuan lewat Budidaya Ikan Hias

Martda Vadetya • Minggu, 4 Januari 2026 | 06:30 WIB

 

BUDIDAYA: Dedy Prastiono meraup cuan hasil menekuni budidaya ikan cupang hias di rumahnya, di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
BUDIDAYA: Dedy Prastiono meraup cuan hasil menekuni budidaya ikan cupang hias di rumahnya, di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

 

Mengubah hobi menjadi peluang bisnis semakin terbuka lebar di era serba digital saat ini. Tak terkecuali hobi memelihara ikan hias yang ditekuni dan konsisten dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.

SEPERTI yang dilakoni Dedy Prastiono. Warga Jalan Kemasan Gang 7, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, ini sudah menahun memelihara sekaligus membudidayakan ikan cupang hias di rumah. Hobi yang ia tekuni ini pun sukses dikembangkan menjadi bisnis bernilai ekonomi tinggi.

’’Awalnya coba-coba setelah kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Dari situ, kita maksimal melangkah ke dunia percupangan. Setelah kita main ke rumah teman yang pemain ikan cupang juga,’’ ujar pria 34 tahun ini. Ia mengaku, mulai serius mengembangkan usaha berbasis hobi ini usai di-PHK dari perusahaan BUMN di Surabaya tempatnya dulu bekerja sekitar 4 tahun lalu.

Peluang baru ini terus ia tekuni. Ratusan botol dan galon bekas ia sulap menjadi wadah berbagai jenis ikan bernama latin Betta splendens tersebut. Sedikitnya, 90 jenis dan varian ikan cupang hias serta aduan dari fase anakan hingga dewasa ia pelihara memanfaatkan lahan kosong di rumahnya. ’’Untuk jenisnya di sini hampir lengkap, yang paling murah sampai mahal kita ada. Dari harga Rp 20 ribu sampai jutaan juga ada. Tergantung dari masing-masing kualitas ikannya,’’ beber Dedy.

Tak ayal, jika dalam sebulan Dedy mampu meraup cuan hingga jutaan rupiah. Sejauh ini, lanjut dia, penjualan ikan cupang dilakukan lewat media sosial. Dengan memanfaatkan platform e-commerce pengiriman ikan mampu menjangkau ke berbagai wilayah se-Indonesia.

Kedepannya, Dedy berupaya akan memaksimalkan penjualan agar mampu merambah pangsa pasar luar negeri. ’’Untuk saat ini luar pulau Jawa itu seperti Sumatera, Maluku, Ambon, Kalimantan dan Aceh juga ada pernah,’’ terangnya.

Dedy menuturkan, ikan hias khususnya cupang, masih banyak diminati hingga saat ini. Salah satu faktornya, jenis ikan satu ini mudah soal perawatan. Contohnya pergantian air yang bisa dilakukan hingga tiga hari atau sepekan sekali. Bahkan bisa dilakukan sebulan sekali sesuai kualitas air yang digunakan.

’’Perawatannya simpel. Kalau dibuat aquascape ditambah pasir malang dan tanaman hidup ganti airnya bisa makin lama. Karena itu fungsinya menyerap amonia atau sisa makanan dan kotoran ikan, juga menambah oksigen untuk ikan,’’ tukas Dedy. (vad/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Hobi Jadi Cuan #hobi cupang #ikan cupang #thrifting