Psikolog Klinis RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Hasri Ardilla, S.Psi, M.Psi, psikolog, menuturkan, detoks digital bisa diterapkan pada anak selama libur sekolah. Untuk diketahui, detoks digital atau digital detox merupakan upaya untuk mengurangi atau mengentikan penggunaan gadget sementara waktu.
Tujuannya, untuk memperkuat interaksi di dunia nyata, mengurangi stres akibat kecanduan teknologi hingga memulihkan keseimbangan mental. Metode ini, menurut Hasri, akan maksimal diterapkan dengan harus melibatkan seluruh anggota keluarga, khususnya orang tua. Berikut adanya kesepakatan atau aturan bersama. ’’Peran orang tua maupun asisten rumah tangga, itu sangat penting,’’ sebutnya.
Hal itu, salah satunya bisa dilakukan dengan merancang kegiatan selama liburan bersama. Hasri menyebut, baiknya melibatkan anak untuk ikut menyusun rangkaian kegiatan selama berlibur. ’’Sebelum masuk masa libur sekolah, libatkan anak dan anggota keluarga lainnya untuk merencanakan liburan. Baik menentukan mau ke mana maupun apa yang akan dilakukan selama liburan,’’ tutur Hasri.
Dengan begitu, lanjut dia, berpakansi bersama anak mesti dirancang dengan kegiatan spesifik sebagai sebuah target harian. Sehingga kegiatan itu bisa mengalihkan anak untuk menggunakan gadget sekaligus detoks digital. ’’Untuk usia anak mungkin lebih banyak bermain dan belajar. Kalau usia remaja mungkin lebih pada mengasah keterampilannya, seperti memasak, public speaking maupun melatih hard skill lainnya,’’ bebernya.
Tak kalah penting, yakni mengatur alternatif kegiatan anak di sela liburan. Bisa diisi dengan bermain bersama. Hasri merekomendasikan permainan mekanis seperti boardgame, lego hingga prakarya.
Hasri menguraikan, adanya batasan atau komitmen bersama untuk tidak bermain gadget masing-masing jadi poin penting. Seperti, kompak mengumpulkan HP menjadi satu dan tidak mengaksesnya saat malam hari. ’’Screen time bisa diganti dengan nonton bioskop, Netflix atau nonton layar tancap bareng,’’ jelasnya.
Ia menambahkan, tidak main gadget masing-masing saat kumpul bersama diperlukan dan mesti disadari bersama. Sehingga penggunaan gadget bisa diminimalisir dan liburan sekaligus quality time keluarga bisa bermakna. ’’Momen malam hari biasanya jadi ajang main HP yang kebablasan bagi anak usia remaja,’’ tandas Hasri. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah