Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Sepatu dan Sandal Barefoot di Mojokerto, Serasa Telanjang Kaki, Bikin Lebih Nyaman

Martda Vadetya • Minggu, 7 Desember 2025 | 13:55 WIB

 

RUNNING: Seorang pelari tengah melintasi lintasan lari di Gelora Ahmad Yani Kota Mojokerto.
RUNNING: Seorang pelari tengah melintasi lintasan lari di Gelora Ahmad Yani Kota Mojokerto.
MOJOKERTO RAYA - Di tengah gempuran sepatu dan sandal modern dengan sol tebal, belakangan ini alas kaki barefoot mulai dilirik. Sepatu dan sandal minimalis ini diminati karena dianggap lebih nyaman dengan konsep nyeker-nya. Sol tipis dan toe box yang lega dinilai membuat otot kaki dan tulang jari berfungsi semestinya.

Seperti yang diungkapkan Firman Febriansyah. Sejak memilih memakai sandal barefoot delapan bulan ini, ia megaku merasa lebih nyaman ketimbang mengenakan jenis sandal lain. Outsole kombinasi karet rubber dan EVA (ethylene-vinyl acetate) yang tipis atau hanya sekitar 2 cm membuat barefoot lebih ringan dan elastis.

’’Karena tipis dan fleksibel itu, kaki bisa gerak alami seperti tanpa alas kalau dibuat jalan,’’ ungkapnya. Otot dan tulang jari kaki, lanjut dia, serasa diasah saat digunakan berjalan maupun running. Sandal dengan dua alas tipis dan dua tali pada bagian upper ini juga dianggap mampu meningkatkan keseimbangan dan postur tubuh.

Seseorang memakai sandal barefoot.
Seseorang memakai sandal barefoot.

Di samping itu, sandal model jepit ini juga dinilai mampu memberi sensasi sensorik tinggi terhadap permukaan tanah. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan sandal selop maupun sandal gunung modern yang cenderung memakai outsole tebal hingga tali yang lebih komplet pada bagian upper.

’’Kadang-kadang dipakai buat jogging rute pendek, pilih track yang aman aja. Jari kaki rasanya bisa mencengkeram, beda kalau pakai model (sandal) yang lain,’’ beber pria 29 tahun, ini.

Hal senada dirasakan Lukman Andrean. Selain ringan, ia memilih memakai sepatu minimalis ini lantaran menyesuaikan ujung telapak kakinya yang lebar alias kaki bebek.

Bagian toe box atau ujung sepatu yang lebih lebar, menurutnya, bisa mencegah jari saling berhimpit yang kerap memicu kakinya cedera. Seperti seringkali memakai sepatu sneakers dengan ujung lancip dan bantalan sol yang tebal. ’’Perbedaannya lumayan terasa sejak pakai setahun ini. Bisa kembalikan pola berjalan, karena kalau pakai model sneakers sekarang kurang nyaman di kaki (saya),’’ terang pria asal Jetis ini. (vad/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Lifestyle #Barefoot Walking #barefoot training