JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di dalam hidup, kita sering terjebak dalam keinginan untuk dipahami, diterima, dan disukai oleh semua orang. Namun, istilah Let Them Theory mengajarkan sebaliknya.
Terkadang, cara terbaik untuk menemukan ketenangan adalah dengan membiarkan. Membiarkan orang bersikap sesuai keinginannya, membiarkan hal-hal terjadi tanpa dipaksakan. Alih-alih terus mencoba untuk mengendalikan situasi, prinsip sederhana ini menawarkan ruang untuk berdamai dengan diri sendiri.
Istilah ini pertama kali viral dari sebuah video pendek di media sosial yang membahas cara sederhana menghadapi ekspetasi dan tekanan dari sosial. Ide utamanya adalah, jika seseorang ingin berperilaku tertentu, biarkan. Jika ada situasi yang berada di luar kendalimu, lepaskan. Prinsip ini mengajarkan kita untuk lebih pasrah dan legowo, tetapi juga selektif dalam memilih apa yang patut diperjuangkan dan mana yang cukup diterima tanpa perlawanan berlebih.
Dalam kehidupan sehari-hari, Let Them Theory dapat diterapkan pada berbagai kondisi, misalnya saat pendapat kita tidak dihargai, ketika seseorang menjauh tanpa alasan, atau saat keputusan kita dipertanyakan. Alih-alih memaksa penjelasan atau keinginan untuk diterima, teori ini lebih berfokus pada menjaga kedamaian batin.
Konsep ini juga sejalan dengan self-awareness dan emotional intelligence, di mana seseorang belajar mengelola energy emosional hanya untuk hal-hal yang memiliki dampak positif.
Menurut para ahli di bidangnya, membiarkan bukan berarti menyerah atau tidak peduli. Sebaliknya, membiarkan dapat menjadi bagian dari healthy boundaries atau batasan sehat. Dengan menghindari respons yang berlebih terhadap suatu hal yang tidak bisa kita kontrol, seseorang lebih mampu berfokus pada pertumbuhan diri.
Teori ini semakin populer di kalangan Gen-Z dan milenial karena dinilai relevan dengan fenomena saat ini, seperti overthinking, kebutuhan validasi sosial, serta tekanan dari media sosial.
Hidup di era serba cepat dan penuh ekspetasi membuat banyak orang merasa harus menjelaskan dirinya, menjawab setiap kritikan, bahkan mempertahankan orang yang tidak sejalan dengannya. Let Them Theory hadir sebagai cara untuk mengingatkan agar kita tidak kehilangan jati diri hanya untuk memenuhi standar orang lain.
Pada akhirnya, konsep sederhana “let them”, biarkan mereka berfikir, berkata, atau berlaku sesuai keinginannya, menjadi ajakan untuk lebih fokus pada apa yang dapat kita kontrol. Seperti fikiran, sikap, dan respon diri sendiri. Karena, kadang langkah kecil untuk tidak bereaksi justru menjadi jalan besar menuju hidup yang lebih tenang.
Natasia Reyna
Editor : Imron Arlado