JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Seiring berkembangnya zaman, Bahasa pun turut berkembang dan berubah, begitu pula Bahasa Inggris yang kita pelajari dan kita kenal sampai hari ini. Jika Bahasa tidak berubah, mungkin saat ini kita masih menyapa teman dengan kalimat “How art thou?” alih-alih “How are you”.
Perubahan Bahasa ini menjadi sangat terlihat dalam karya-karya sastra, mulai dari era Shakespeare sampai novel modern masa kini. Melalui literatur, kita dapat menelusuri jejak evolusi Bahasa Inggris, bagaimana bentuk kata, struktur kalimat, bahkan gaya penulisan yang mengalami penyesuaian demi mengikuti perkembangan budaya, teknologi, dan cara komunikasi masyarakat.
Dari istilah kuno seperti “hast, thee, thou” hingga kalimat modern yang lebih ringkas dan langsung, sastra menjadi cermin hidup dari perjalanan panjang Bahasa. Menariknya, perubahan ini tidak hanya memengaruhi cara menulis, tetapi juga cara pembaca modern memahami pesan dan emosi melalui teks.
Sebelum abad ke 11 atau yang biasa disebut dengan Old English, dimana Bahasa Inggris di masa ini terdengar sangat berbeda dan sulit dipahami untuk pembaca modern. Contoh yang paling terkenal adalah epos Beowulf, dimulai dengan kata “Hwaet” atau yang kita kenal sekarang “What”. Struktur kalimatnya lebih kompleks, dan kosakatanya masih banyak dipengaruhi dengan Bahasa Jerman.
Early Modern English dimulai dari abad ke-15 hingga abad ke-17. Era ini identic dengan nama sastrawan terkenal yaitu, William Shakespeare. Kata kata seperti “thou”, “thee”, “thy” masih digunakan, bentuk kata kerja kuno seperti “dost” atau “hast”. Contoh dari karya terkenal Romeo and Juliet “Wherefore art thou Romeo?”, dalam Bahasa modern memiliki arti “Why are you Romeo?”. Bahasa pada masa ini sudah mulai bergerak ke arah yang lebih mirip dengan Bahasa Inggris sekarang.
Modern English dimulai dari abad ke-18 hingga saat ini, Bahasanya semakin efisien dan terkesan langsung. Karya sastra modern seperti “The Great Gatsby” dan novel pada masa kini seperti karya Jane Austen dan Sally Rooney sudah menggunakan gaya yang lebih sederhana, komunikatif, dan reflektif terhadap kehidupan masyarakat saat ini.
Contohnya dari karya terkenal berjudul Pride and Prejudice (1813) karya Jane Austen : “I declare after all there is no enjoyment like reading!”. Meski sudah terdengar modern, kalimatnya masih terasa sangat berkelas. Jika dibuat versi yang lebih modern, mungkin akan menjadi “Reading is such a vibe”.
Kenapa Bahasa bisa terus berubah?
- Perkembangan budaya dan teknologi
Munculnya internet, media sosial, musik dan film populer mengubah bagaimana cara berkomunikasi.
- Pengaruh globalisasi
Interaksi antarnegara menciptakan integrasi Bahasa.
- Perubahan gaya hidup
Dari penyampaian makna yang puitis menjadi lebih cepat dan langsung.
Bahasa Inggris selalu bergerak mengikuti zaman, karya sastra menjadi saksi perubahan tersebut sekaligus jembatan antara masa lalu dan masa kini.
Natasia Reyna
Editor : Imron Arlado