JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah perubahan dinamika hubungan modern, generasi sekarang tidak hanya mencari pasangan yang hanya romantis, tetapi juga sosok yang mampu menjadi support system, baik secara emosional, finansial, maupun mental.
Fenomena ini yang biasa kita sebut dengan provider man, istilah ini semakin populer sejak kemunculannya dalam drama Korea berjudul When Life Gives You Tangerines. Dalam drama ini, karakter utama laki-laki digambarkan bukan hanya sebagai kekasih, tetapi juga partner hidup yang hadir memberi stabilitas, rasa aman, dan dukungan tanpa syarat.
Konsep provider man sekarang tidak hanya sekedar tentang materi, melainkan seseorang yang mampu menjadi tempat bersandar, ikut mendorong perkembangan pasangan, dan turut hadir di saat-saat sulitnya. Menariknya, karakter seperti ini kian menjadi standar baru pasangan ideal bagi banyak anak muda sekarang, terutama para gen-z, yang lebih mengutamakan kehadiran emosional dan bentuk dukungan nyata dibandingkan sekedar gestur atau kalimat romantis.
Drama ini akhirnya menimbulkan perbincangan di media sosial tentang bagaimana peran laki-laki dalam hubungan yang seharusnya berkembang. Tidak mendominasi, tetapi mendampingi. Tidak mengontrol, tetapi menguatkan. Lantas, apa sebenarnya yang membuat karakter provider man dalam drama tersebut begitu memikat penontonnya? Dan mengapa tipe pasangan seperti ini dianggap relevan dengan realitas hubungan masa kini?
Karakter laki-laki di drama ini digambarkan sebagai sosok yang tenang, matang, dan penuh empati. Ia tidak selalu menunjukkan kasih sayang lewat kata-kata romantis, melainkan melalui tindakan nyata, memberikan solusi, hadir saat dibutuhkan, bahkan sampai rela mengorbankan egonya demi kenyamanan sang kekasih. Tanpa banyak bicara, ia berhasil menjadi sosok figur yang konsisten menjaga stabilitas hubungan.
Ini beberapa sikap yang menggambarkan provider man tersebut antara lain :
- Selalu datang saat pasangannya mengalami kesulitan, bahkan tanpa diminta
- Memberikan dukungan emosional secara tulus dan tidak menghakimi
- Mendorong perkembangan karier pasangannya
- Memberi rasa aman dan nyaman tanpa mengekang
Kini, banyak anak muda beralih dari love bombing menuju consistent support. Hubungan ideal tidak dilihat dari seberapa sering pasangan memberi kejutan romantic, tetapi seberapa sering ia hadir dalam proses hidup.
Provider man dianggap lebih menarik oleh gen-z karena menghindari toxic relationship, mencari pasangan yang bisa mendukung mental & karier, serta menilai dari keseriusan dan tindakannya.
Fenomena provider man dalam drama When Life Gives You Tangerines menunjukkan bahwa cinta tidak selalu harus spektakuler, terkadang hadir dalam bentuk dukungan diam-diam, konsistensi, dan keberpihakan pada pasangan.
Natasia Reyna
Editor : Imron Arlado