Mengasah kreativitas siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui kegiatan mendaur ulang sampah menjadi kostum fashion show. Hal itulah yang dilakukan siswa SMPN 8 Mojokerto saat momen peringatan Hari Pahlawan 10 November lalu. Masing-masing kelas beradu kemampuan membuat kostum penampilan menggunakan bahan bekas berupa plastik, kertas, dan sejenisnya. ”Proses pembuatannya dikerjakan anak-anak pas pulang sekolah, ada yang nyicil di rumah terus dirakit di sekolah,” kata Hafidz Ramadhan Syahputra, guru seni rupa di sekolah Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto, tersebut.
Ajang adu daya kreasi membuat kostum daur ulang sampah itu dikonsep dengan lomba fashion show antarkelas. Hasilnya, dengan waktu pengerjaan satu minggu, para peserta didik mampu tampil berbagai model berikut aksesorinya yang meriah. Tak sekadar jadi, busana yang mereka buat memiliki kesan mewah dan anggun meski bahan dasarnya dari barang bekas. ”Hasilnya sangat di luar dugaan, awalnya kami pesimistis apakah dalam waktu tujuh hari anak-anak bisa menyelesaikan, tapi ternyata bisa dan hasilnya luar biasa,” ungkapnya kagum.
Rama, panggilan Hafidz Ramadhan Syahputra, menambahkan, anak-anak tak dibatasi untuk membuat model kostum tertentu. Hal itu untuk membebaskan siswa sekaligus merangsang kreativitas mereka. Rama hanya melakukan kontrol ke kelas-kelas untuk memastikan siswa tak menghadapi kendala.
Sampah yang telah dipilah dirangkai satu per satu menjadi bentuk kostum dan proses terakhir baru diwarnai. ”Anak-anak juga menggunakan manekin yang menjadi dasar tempat untuk memudahkan penataan kostum,” tandas pria yang juga menjabat wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi