JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Nama William Shakespeare mungkin sudah tidak asing lagi bagi pecinta sastra, terutama Sastra Inggris. Selain dikenal sebagai penulis dan dramawan paling berpengaruh di dunia, Shakespeare juga mempunyai andil yang besar dalam membentuk Bahasa Inggris seperti yang kita kenal sekarang.
Mulai dari kata, frasa, sampai quotes populer yang masih digunakan sampai hari ini ternyata berasal dari karya-karya terkenal Shakespeare. Dari mulai cinta abadi milik Romeo and Juliet, hingga tragedy yang penuh intrik Macbeth. Setiap karya Shakespeare meninggalkan jejak Bahasa yang kuat dan tidak lekang oleh zaman.
Shakespeare bukan hanya sekedar menulis cerita, tetapi juga menciptakan ekspresi baru yang kini terasa begitu alami dalam percakapan sehai-hari. Seperti “break the ice”, “wild-goose chase”, atau “heart of gold”. Sosoknga membuktikan bahwa sastra bukan hanya sekedar hiburan, melainkan warisan budaya yang membentuk cara kita berbicara dan berfikir.
Dianggap sebagai “Bapak Sastra Inggris”, Shakespeare juga dikenal sebagai innovator Bahasa. Dalam 37 naskah drama dan 154 soneta yang ia tulis, ada lebih dari 1.700 kata baru yang pertama kali muncul dari tangannya. Ia mengubah kata benda menjadi kata kerja, menciptakan istilah-istilah baru, bahkan memadukan kata yang sebelumnya tidak pernah digunakan.
Beberapa frasa ciptaanya kini terdengar begitu familiar di telinga penutur Bahasa Inggris modern. Misalnya :
- Break the ice – berasal dari drama karya Shakespeare berjudul The Taming of the Shrew, kalimat ini digunakan untuk menggambarkan usaha mengawali percakapan dalam suasana canggung.
- Heart of gold – kalimat ini muncul di Henry V, kini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tulus dan baik hati.
- Wild-goose chase – berasal dari Romeo and Juliet, kalimat ini memiliki arti usaha sia-sia yang tidak akan menghasilkan apapun.
- Love is blind – salah satu ungkapan paling terkenal dari The Merchant of Venice, yang kini sering digunakan untuk menggambarkan cinta tanpa syarat.
Pengaruh William Shakespeare bukan hanya pada kosakata, tetapi juga pad acara manusia memahami emosi dan moralitas lewat Bahasa. Ia berhasil merangkai kalimat yang sederhana namun bisa menyentuh sisi terdalam manusia, menjadikan karya-karyanya tetap relevan meski sudah berusia lebih dari empat abad.
Hingga saat ini, Shakespeare masih menjadi bagian penting dalam pembelajaran English literature di seluruh dunia. Dari ruang kelas hingga panggung teater modern, kisah-kisah Shakespeare terus dihidupkan kembali, bukan hanya karena bahasanya yang indah, tetapi juga karena nilai universal yang ia sampaikan, seperti tentang cinta, ambisi, kekuasaan dan kemanusiaan.
Natasia Reyna
Editor : Imron Arlado