Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Guide Harus Ekstra Sabar

Farisma Romawan • Minggu, 9 November 2025 | 15:35 WIB

 

Photo
Photo

Sementara itu, selain fisik dan mental yang kuat, kaum hawa juga wajib mengetahui kondisi medan yang mereka lalui. Pengetahuan ini untuk menjamin keselamatan dari ancaman kecelakaan selama pendakian. Sebab, tak jarang besarnya semangat mereka dalam mendaki tak sebanding dengan bekal persiapan yang dibawa. 

’’Justru perempuan, khususnya ibu-ibu muda lebih semangat mendaki ketimbang pria. Mereka selalu ingin cepat berada di puncak,’’ ungkap guide pendakian Gunung Penanggungan via pos Kedungudi, Didik Sugianto.

 Sebagai pemandu, Didik harus ekstra sabar saat menavigasi customer perempuannya. Khususnya pendaki pemula dari kota-kota besar, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Puncak Pawitra. 

Selain mampu mengarahkan para pendaki, Didik juga dituntut mampu menjelaskan sedetail mungkin kondisi track, cuaca, hingga waktu tempuh, mulai dari pos awal hingga puncak. Apalagi, pendaki perempuan terkenal dengan Fomo (fear of missing out). Sehingga, mereka harus mengabadikan dalam bentuk foto dan video agar tidak ketinggalan tren, momen penting, atau situasi sedang terjadi di sekitar. 

’’Public speaking kami juga harus bisa mengimbangi sesuai dengan bahasa para pendaki wanita. Selain itu, juga harus sabar, karena mereka selalu ingin foto-foto atau merekam suasana alam sekitar. Sehingga, sering berhenti di tengah perjalanan pendakian,’’ tambahnya.

 Beruntung, jalur pendakian di Gunung Penanggungan terhitung cukup ramah bagi pendaki pemula. Dengan begitu, banyak dari customer-nya yang ingin kembali merasakan alam dan sosial budaya sekitar Gunung Pawitra ini. Hal ini yang menjadi ladangnya untuk terus menekuni profesinya sebagai pemandu atau navigator pendakian. ’’Untuk satu kali pendakian, reward guide antara Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu. Tergantung dari lamanya waktu tempuh, jarak pendakian, hingga barang bawaan,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#public speaking #fomo #Lifestyle #mendaki gunung #gaya hidup