Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Sleep Apnea, Gangguan Tidur Berbahaya yang Dapat Mengancam Nyawa

Imron Arlado • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:41 WIB

 

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia untuk memulihkan energi, menjaga fungsi otak, dan memperbaiki sistem tubuh. sumber foto: pinterets
Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia untuk memulihkan energi, menjaga fungsi otak, dan memperbaiki sistem tubuh. sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia untuk memulihkan energi, menjaga fungsi otak, dan memperbaiki sistem tubuh. Namun, tidak semua orang dapat menikmati tidur yang berkualitas. 

Salah satu gangguan tidur yang sering terjadi namun kerap diabaikan adalah sleep apnea. Gangguan ini bukan sekadar mendengkur keras saat tidur, tetapi kondisi serius yang dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan tepat.

 

Apa Itu Sleep Apnea?

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan berhentinya napas secara berulang selama tidur. Henti napas ini bisa berlangsung beberapa detik hingga lebih dari satu menit, dan dapat terjadi puluhan hingga ratusan kali dalam satu malam. 

Akibatnya, kadar oksigen dalam darah menurun dan otak memaksa tubuh untuk terbangun sejenak agar pernapasan kembali normal. Kondisi inilah yang membuat penderita sleep apnea sering tidak mendapatkan tidur yang nyenyak meskipun durasi tidurnya cukup panjang.

 

Baca Juga: Hidup di Era Kebisingan Digital, Gaya Hidup Digital Minimalism sebagai Bentuk Kebebasan Baru

 

Jenis-jenis Sleep Apnea

Secara umum, terdapat tiga jenis sleep apnea yang paling dikenal:

  1. Obstructive Sleep Apnea (OSA) – Jenis yang paling umum terjadi, disebabkan oleh penyempitan saluran napas akibat otot tenggorokan yang terlalu rileks saat tidur.
  2. Central Sleep Apnea (CSA) – Terjadi karena otak gagal mengirim sinyal yang tepat ke otot pernapasan, sehingga pernapasan berhenti sementara.
  3. Complex Sleep Apnea Syndrome – Kombinasi antara OSA dan CSA, yang merupakan kondisi lebih kompleks dan memerlukan penanganan khusus.



 

Gejala Sleep Apnea

Tanda-tanda seseorang mengalami sleep apnea antara lain:

 

 

Sayangnya, banyak penderita tidak menyadari bahwa mereka mengalami sleep apnea, karena gejala utama terjadi saat mereka tertidur. Biasanya, pasangan tidur atau anggota keluarga lah yang pertama kali menyadari adanya tanda-tanda tersebut.

 

Faktor Risiko dan Bahayanya

Sleep apnea dapat dialami siapa saja, namun resikonya lebih tinggi pada orang yang mengalami obesitas, memiliki leher besar, berjenis kelamin pria, berusia di atas 40 tahun, atau memiliki riwayat keluarga dengan gangguan serupa. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan tidur terlentang juga dapat memperparah kondisi ini.

Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, bahkan gagal jantung. Selain itu, kantuk berlebihan di siang hari dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan lalu lintas.

 

Baca Juga: Freediving, Ketika Laut Menjadi Tempat untuk Mengenal Diri Sendiri

 

Cara Mengatasi Sleep Apnea

Penanganan sleep apnea tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, menghindari alkohol, serta mengatur posisi tidur bisa membantu mengurangi gejalanya. 

Pada kasus yang lebih berat, dokter dapat merekomendasikan penggunaan alat bantu pernapasan seperti Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) yang membantu menjaga saluran nafas tetap terbuka saat tidur. Dalam beberapa kasus tertentu, tindakan operasi juga mungkin diperlukan. AILEEN



Editor : Imron Arlado
#Obstructive Sleep Apnea #Complex Sleep Apnea #gangguan tidur #Central Sleep Apnea #gaya hidup #sleep apnea