JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Meskipun Bahasa Inggris digunakan di berbagai belahan dunia, dan sama-sama disebut “English”. Ternyata cara berbicara orang Inggris, Amerika, dan Australia bisa berbeda-beda tergantung dari negara asal penuturnya.
Mulai dari aksen atau yang bisa disebut dengan gaya bicara, hingga pilihan katanya, British English, American English, dan Australian English memiliki ciri khas yang tersendiri.
Inilah yang membuat Bahasa Inggris terdengar begitu beragam dan terkadang membingungkan bagi sebagian orang.
British English
Sering dianggap sebagai bentuk “asli” atau “klasik” dari Bahasa Inggris karena berasal dari Inggris, yang dimana tempat Bahasa ini berkembang. Logatnya cenderung formal, dengan pelafalan yang jelas dan rapi.
Contohnya, kata “water” diucapkan dengan jelas pada huruf “t” dan menyamarkan huruf “r” – “wo-tuh”. Beberapa kata di British English juga memiliki perbedaan dari versi Amerika.
Aksen yang paling dikenal adalah Received Pronunciation (RP), yang sering terdengar di film-film klasik seperti harry potter dan titanic atau di beberapa berita BBC.
American English
Berbeda dengan British English, Bahasa pada American English lebih berkembang dengan pengaruh budaya modern dan komunikasi cepat. Logatnya lebih “casual” dan datar, pelafalannya sering kali menghilangkan huruf-huruf tertentu.
Misalnya kata “water” sering kali terdengar seperti “wah-der” dengan lebih memperlihatkan huruf “r”.
Karena dominasi media Amerika seperti di film, musik, dan internet, aksen Amerika ini menjadi yang paling sering digunakan dan dipelajari oleh pelajar di seluruh belahan dunia.
Australian English
Australian English, atau yang biasa disebut dengan Aussie English lebih dikenal dengan aksen yang paling santai dan fleksibel. Gaya bicaranya cenderung cepat, dengan pelafalan vokal yang khas dan kebiasaan menyingkat kata.
Seperti “brekkie” untuk kata breakfast, “bikkie” untuk biscuit, dan “maccas” untuk McDonalds.
Australian English juga sering menambahkan nada naik di akhir kalimat, seolah-olah sedang bertanya, meskipun sebenarnya sedang menyatakan sesuatu. Ini menunjukkan kepribadian orang Australia yang cenderung ramah, santai, dan penuh humor.
Ada beberapa contoh kata yang berbeda diantara ketiganya, seperti di Amerika dan Australia orang menyebut truk dengan “truck”, di Inggris orang-orang menyebutnya “lorry”.
Orang Inggris dan Amerika biasa menyebut permen dengan kata “candy”, sedangkan orang Australia mengatakan “lolly/lollies”.
Hal ini menunjukkan bahwa Bahasa selalu berkembang sesuai budaya dan kebiasaan masyarakatnya. Baik di Inggris, Amerika, maupun Australia semua tetap berbicara “English”, hanya saja dengan gaya dan warna yang berbeda.
Natasia Reyna/Devi
Editor : Imron Arlado