JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di dunia kecantikan, tren selalu datang dan pergi, tetapi ada beberapa gaya yang meninggalkan jejak begitu dalam sehingga selalu berhasil kembali menarik perhatian.
Salah satunya adalah gyaru make up, sebuah tren riasan ikonik asal Jepang yang kini kembali populer di kalangan anak muda, terutama lewat media sosial.
Gyaru tidak sekadar gaya make up, melainkan sebuah pola perilaku yang lahir dari keinginan untuk tampil berbeda, berani, dan penuh karakter.
Gyaru make up memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dengan tren kecantikan lainnya. Beberapa elemen utamanya adalah:
- Mata besar dan dramatis: Eyeliner tebal, bulu mata palsu atas-bawah, dan lensa kontak warna sering digunakan untuk menciptakan ilusi mata yang lebih besar.
- Kulit cerah bercahaya: Base make up dibuat flawless dengan foundation tebal atau cushion yang memberi kesan mulus.
- Pipi merona dan shading: Blush on sering diaplikasikan secara mencolok di pipi, dipadukan dengan shading di hidung untuk memberi dimensi.
- Bibir glossy: Lip gloss pink atau nude adalah pilihan utama untuk menyeimbangkan tampilan mata yang intens.
- Rambut terang dan stylish: Warna rambut pirang, ash brown, atau highlight kontras menjadi bagian dari identitas gyaru.
Setelah sempat meredup di awal 2010-an, tren gyaru kini kembali muncul berkat popularitas konten kreator di TikTok, Instagram, hingga YouTube.
Anak muda Asia hingga Eropa kembali tertarik mencoba gyaru make up karena dianggap unik dan berbeda dari tren minimalis yang mendominasi beberapa tahun terakhir.
Banyak beauty influencer yang menggabungkan elemen gyaru klasik dengan gaya modern, seperti penggunaan foundation lebih natural, bulu mata yang tidak terlalu tebal, atau pemilihan warna make up yang lebih lembut.
Hal ini membuat gyaru lebih mudah diterima dan diaplikasikan sehari-hari. Kembalinya tren gyaru make up tidak lepas dari berbagai faktor yang saling berkaitan.
Pertama, adanya nostalgia terhadap gaya Y2K membuat banyak anak muda kembali melirik tren kecantikan dari tahun 90-an dan 2000-an, termasuk gyaru yang saat itu sangat berpengaruh di Jepang.
Selain itu, generasi sekarang semakin berani mengekspresikan diri melalui fashion dan make up, sehingga gaya gyaru dipandang sebagai simbol kebebasan dan keberanian tampil beda.
Media sosial juga memainkan peran penting dalam kebangkitan tren ini, dengan banyaknya tutorial dan konten transformasi gyaru yang viral karena hasilnya mencolok dan dramatis.
Tidak hanya itu, globalisasi tren kecantikan Asia yang semakin populer di seluruh dunia turut mendorong gyaru kembali mendapatkan perhatian.
Perpaduan faktor-faktor tersebut membuat gyaru make up relevan lagi di era modern dan diminati oleh banyak kalangan.
Tren gyaru make up bukan sekadar gaya riasan, tetapi juga representasi dari semangat bebas, percaya diri, dan berani tampil berbeda.
Kembalinya tren ini menunjukkan bahwa dunia kecantikan selalu bersifat siklus dan setiap gaya ikonik pasti punya waktunya untuk kembali bersinar.
Bagi generasi muda, gyaru adalah cara seru untuk bereksperimen dengan identitas dan tampil berbeda di tengah arus tren kecantikan yang serba seragam.
NIYA
Editor : Imron Arlado