JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Belakangan ini muncul istilah kepribadian baru yaitu, otrovert yang menggambarkan seseorang yang tidak sepenuhnya introvert atau ekstrovert. Istilah ini muncul sebagai upaya untuk menengahkan dua jenis kepribadian yang selama ini sering dibicarakan, yaitu introvert dan ekstrovert.
Introvert cenderung lebih menyukai kesendirian dan merasa tenang saat berada sendirian, sedangkan ekstrovert merasa lebih bahagia ketika berada di tengah keramaian dan interaksi sosial.
Namun, istilah otrovert muncul sebagai penengah yang menunjukkan seseorang yang bisa nyaman berada di mana saja, baik sendirian maupun bersama orang lain, dengan kemampuan untuk beradaptasi secara fleksibel.
Istilah otrovert pertama kali diperkenalkan oleh psikiater terkenal di AS, Dr Rami Kaminski. Rami menjelaskan bahwa tipe kepribadian otrovert ini bisa membuat seseorang menjadi seorang pemikir bebas, lebih mandiri, serta imajinatif dibanding introvert maupun ekstrovert.
"Kaum otrovert tidak peduli membuat orang terkesan atau takut ditolak yang bahkan mereka tidak akan takut kehilangan apapun," tutur Rami.
Berikut 8 Tanda yang Menunjukkan Seseorang Mungkin Termasuk Dalam Kategori Otrovert:
- Nyaman Saat Sendirian Maupun Bersama Orang Lain.
Mereka bisa menikmati waktu sendiri, seperti membaca buku, sekaligus tidak merasa takut atau canggung ketika berkumpul dengan banyak orang.
- Tidak Terlalu Butuh Jadi Pusat Perhatian.
Ekstrovert biasanya ingin menjadi perhatian, sedangkan introvert lebih suka diam di belakang layar. Otrovert justru berada di tengah-tengah: mereka tidak keberatan menjadi pusat perhatian, tetapi juga tidak keberatan menjadi penonton.
- Fleksibel dalam Beradaptasi.
Mereka bisa menyesuaikan sikap berdasarkan situasi, baik menjadi aktif di tengah keramaian maupun menjadi pendengar yang tenang saat suasana tenang.
- Energik, tetapi Tahu Batas
Otrovert bisa tampil penuh energi seperti ekstrovert, tetapi mereka juga tahu kapan harus menarik diri untuk mengisi ulang tenaga. Mereka tidak mudah terjebak dalam kelelahan sosial, karena mampu menyeimbangkan waktu aktif dan waktu istirahat.
- Menyukai Percakapan Ringan dan Mendalam.
Introvert biasanya lebih suka percakapan mendalam, sedangkan ekstrovert menyukai obrolan ringan. Otrovert menyukai dua hal tersebut.
Mereka dapat bercanda santai dengan teman kerja di tempat kerja, lalu beberapa waktu setelahnya terlibat dalam percakapan filosofis yang mendalam tanpa merasa canggung.
- Sulit Dikategorikan Orang Lain
Banyak orang bingung mengategorikan otrovert. Ada kalanya mereka terlihat ekstrovert karena ramah dan terbuka, tetapi di lain waktu mereka tampak seperti introvert karena lebih diam dan tenang.
- Bisa Menjadi Penengah yang Baik
Otrovert biasanya sering menjadi jembatan antara introvert dan ekstrovert. Mereka memahami karakteristik dari kedua sisi. Tidak heran jika mereka sering dipercaya sebagai mediator atau penghubung dalam kelompok.
- Menikmati Hidup dengan Irama Sendiri
Otrovert tidak merasa terikat pada label kepribadian. Mereka menjalani hidup dengan irama sendiri, sesuai dengan kebutuhannya.
RIZMA/Linda
Editor : Imron Arlado