Esensi lari sebagai olahraga murah tak boleh dilupakan terlepas dari ngetrennya fenomena pelari kalcer. Khususnya bagi kalangan pekerja yang jarang memiliki waktu luang. Asalkan, tetap menyempatkan waktu untuk bergerak dengan tujuan demi menjaga kesehatan.
Hal itu diungkapkan Ari Masrudi, pelari sekaligus pelatih maraton nasional asal Mojokerto. Baginya, olahraga lari lebih bagus dilakukan pagi hari. Meskipun tak ada masalah dengan lari malam, namun dia menganjurkan lari pagi dinilai lebih efektif dan sehat. ”Yang penting gerak daripada sama sekali tidak olahraga,” ucapnya.
Soal persiapan sebelum lari, Ari menekankan pada pemanasan yang cukup. Hal itu penting untuk menghindari cedera saat berolahraga. Selain itu, setiap pelari juga wajib memperhatikan kekuatan tubuh. ”Tidak memaksakan diri, harus menempuh jarak sekian dalam waktu tertentu, yang ada nanti malah cedera,” jelas juara Kudus Relay Marathon 2018 tersebut.
Di samping itu, Ari juga menyarankan pelari berkonsultasi dengan dokter. Khususnya bagi pelari yang memiliki riwayat masalah kesehatan. Penggunaan jam pintar yang dapat mengukur kondisi tubuh saat berlari, lanjut dia, juga dapat membantu. ”Apalagi yang aktivitas kerjanya padat, jadi perlu hati-hati karena tidak tahu kondisi paru-paru atau jantung kita seperti apa,” imbuh pria asal Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, itu. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi