Owner CV Mitraindo Shoes Pratama Melani menuturkan, Mojokerto memang memiliki potensi besar dalam pasar sepatu lokal yang go internasional. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya membangun kolaborasi dengan para perajin sepatu rumahan dari Mojokerto, Pasuruan, dan Jombang. ”Lebih dari 100 perajin sepatu yang awalnya bekerja secara mandiri sekarang bergabung dengan kita,” ujarnya.
Dia menyatakan, sebanyak 3.250 pasang sepatu buatan Kabupaten Mojokerto resmi diekspor ke Busan, Korea Selatan, Juli lalu. Dengan demikian, ini menandai langkah besar produk lokal menuju pasar global. Ekspor perdana senilai USD 37.060 atau sekitar Rp 602 juta ini dilakukan oleh CV yang bermukim di Dusun Ngingas, Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal.
Bahkan, langkah tersebut disambut antusias Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Dia menyebutkan, sebagai tonggak penting bahwa industri lokal Mojokerto, mampu bersaing secara kualitas di tingkat internasional. ”Ini membuktikan bahwa produk lokal tak kalah bersaing, dan sudah waktunya kita percaya diri untuk masuk pasar global,” ujar Gus Bupati.
Ia berharap keberhasilan ekspor sepatu ini bisa menginspirasi industri kecil dan menengah (IKM) lain untuk berani menembus pasar luar negeri. Menurutnya, kunci keberhasilan industri daerah adalah inovasi, daya saing, dan keberanian membangun merek sendiri. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi