Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Lifestyle Digital Minimalism, Mental Sehat Berkat ”Diet” Gadget

Martda Vadetya • Minggu, 24 Agustus 2025 | 15:20 WIB

 

 

Photo
Photo

DI era serbadigital saat ini, hampir semua aktivitas sehari-hari bersinggungan dengan gadget. Selain mempermudah pekerjaan, namun keberadaan smartphone dampak negatif. Baik bagi kesehatan fisik maupun psikis. Hal ini yang membuat gaya hidup digital minimalism belakangan ini dilirik publik.

 Salah satunya dilakukan Kumala Sari. Sudah sekitar setahun terakhir keluarga kecilnya meminimalisir penggunaan teknologi digital. Khususnya saat berada di rumah. Ia, suami, dan anak semata wayangnya membatasi intensitas mengakses media sosial. ”Supaya informasi dari media sosial yang kita terima ini terfilter,” ungkap perempuan 32 tahun, ini.

 Ia mengaku memperketat akses gadget bagi putranya yang masih duduk di bangku kelas 1 SD. Mala, sapaan akrab Kumala Sari, hanya memberi waktu maksimal dua jam bagi sang anak bermain gadget untuk mengakses media sosial Youtube Kids. Pun begitu dengan dirinya dan suami saat berada di rumah. Walaupun setiap harinya, ia dan sang suami tetap terus bersinggungan dengan media sosial soal urusan kerja.

 ”(Pembatasan) ini penting untuk perkembangan dan kesehatan mental anak.  Karena kalau terlalu sering atau bahkan kecanduan gadget, dampaknya ke fisik dan mental anak. Terutama mata yang terpapar cahaya gadget,” terang warga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, ini.

 Ia mengaku, "diet" digital ini dibarengi dengan optimalisasi pemanfaatkan gadget bagi buah hatinya. Adanya fitur dan kontrol penelusuran pada Youtube Kids dinilai membantu membangun kebiasaan digital yang positif dan baik untuk anak. ”Orang tua bisa mudah mengawasi aktivitas anak. Jadi mereka akses konten edukatif dan pembelajaran saja. Bisa tentang keterampilan, olahraga, dan game edukasi," paparnya.

 Menurut Mala, sedikit banyak gaya hidup digital minimalism berdampak pada kehidupan sehari-sehari keluarga kecilnya. Mulai dengan meningkatnya energi untuk beraktivitas di esok hari, kemampuan konsentrasi yang baik, hingga terminilalisirnya kecemasan dan stres imbas bermedia sosial yang berlebihan. ”Jadi lebih produktif,” tandasnya. (vad/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#gadget #kurangi gadget #tren #mental sehat #Lifestyle #era digital