Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penggunaan Moodboard di Era Digital, Cara Komunikasi Baru Ala Generasi Muda

Imron Arlado • Kamis, 21 Agustus 2025 | 03:10 WIB
Perkembangan media sosial di era masa kini semakin menekankan visual daripada rangkaian kalimat panjang. Sumber foto: Google
Perkembangan media sosial di era masa kini semakin menekankan visual daripada rangkaian kalimat panjang. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perkembangan media sosial di era masa kini semakin menekankan visual daripada rangkaian kalimat panjang.

Platform media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga Pinterest sekarang penuh dengan gambar, video, dan kolase yang lebih mudah dipahami daripada teks panjang.

Generasi muda merasa mereka lebih nyaman menyampaikan atau memperlihatkan gaya hidup, suasana hati, dan menampilkan diri melalui media visual.

Di saat seperti inilah istilah "Moodboard" memiliki peran penting dan mulai ramai diperbincangkan.

Moodboard menjadi bahasa visual bagi anak muda masa kini untuk menyampaikan suasana, emosi, dan gaya hidup dengan cepat.

Satu moodboard umumnya bisa langsung menggambarkan pribadi dan gaya hidup seseorang dengan cukup jelas.

Moodboard mulanya digunakan oleh para pekerja profesional seperti desainer, arsitek, dan kreator lainnya untuk menyusun inspirasi visual.

Tetapi, antara moodboard para pekerja profesional dengan generasi muda di era digital ini pasti memiliki perbedaan.

 

Baca Juga: Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

 

Jika moodboard seorang desainer dan arsitek terdiri dari gabungan warna, gambar, dan tipografi, maka moodboard generasi muda lebih banyak berisi foto dan video sehari-hari yang dikolasekan untuk menghasilkan makna yang lebih luas.

Meledaknya tren moodboard di media sosial juga dipicu oleh beberapa hal. Yang pertama adalah para pengguna TikTok membuat tren dengan konsep "My Core" atau "Me Core" yang berisi kompilasi video atau foto tentang inti kepribadian mereka.

Contohnya seperti warna favorit, fashion, makanan kesukaan, dan tempat yang ingin dikunjungi.

Tak hanya itu, aplikasi Instagram juga mendorong budaya photo dump untuk para pengguna.

Biasanya para pengguna Instagram melakukan photo dump dengan memposting foto atau video yang telah disusun sedemikian rupa menjadi feed yang rapi dan nyaman dilihat.

Selain itu, pengguna Instagram juga memanfaatkan fitur tata letak dan template photo dump di Instagram story yang berisi kompilasi foto kegiatan yang mereka lakukan dalam beberapa hari atau dalam satu bulan.

Yang ketiga adalah platform seperti Pinterest dan Canva yang menyediakan alat dan fitur untuk mempermudah siapapun dalam membuat moodboard.

Semua hal tersebut membuat moodboard menjadi lebih dikenal, terasa lebih mudah, dan cepat digunakan bagi banyak orang.

Moodboard juga dinilai fleksibel dan dapat beradaptasi dengan karakter setiap platform karena bentuk atau wujudnya yang berbeda-beda di tiap aplikasi.

Di TikTok, moodboard umumnya hadir dalam bentuk montase video yang dilengkapi latar musik dan teks yang dapat membangun suasana tertentu.

Lalu, di Instagram moodboard dibagi menjadi 2 bentuk, yakni akun pengguna yang secara konsisten mengunggah kolase estetik dengan tema tertentu yang telah disusun dengan baik.

 

Baca Juga: Swadaya Buka Jalan Baru untuk Akses Pertanian dan Pemukiman Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko

 

Bentuk selanjutnya adalah tatanan photo dump yang terasa lebih santai namun tetap memberikan hasil yang estetik.

Kedua tersebut juga dapat di posting di feed Instagram, reels, dan pada Instagram story.

Sementara di Pinterest, moodboard telah menjadi ciri khas yang melekat pada aplikasi ini.

Tak sedikit orang menggunakannya sebagai tempat untuk mencari inspirasi palet warna, dekorasi, fashion, dan konsep kreatif lainnya.

Moodboard juga dikenal memiliki fungsi ganda. Secara personal, moodboard berguna bagi seseorang untuk membangun citra diri atau personal branding di media sosial.

Di sisi lain, dari segi profesional, moodboard juga berguna untuk UMKM, desainer, dan brand-brand besar. Mereka memakai moodboard untuk menjelaskan konsep kepada klien atau tim.

Hal-hal tersebut telah membuktikan bahwa moodboard bukan tren visual yang lewat begitu saja.

 

Baca Juga: Masa Depan Tenaga Honorer Masih Buram

 

Moodboard mampu melahirkan cara komunikasi baru di era digital, di mana gambar lebih kuat dibanding kata-kata.

Tak hanya sebagai alat untuk membangun personal branding bagi generasi muda, moodboard juga mempermudah pekerjaan para profesional untuk menyusun inspirasi konsep mereka.

FANEZA/Devi

Editor : Imron Arlado
#anak muda #cara komunikasi baru #feed instagram #generasi muda #Canva #photo dump #bahasa visual #peran penting #Instagram Story #Lifestyle #reels #montase video #Pinterest #Moodboard #tiktok