JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah hiruk-pikuk tren fashion yang penuh logo besar dan kemewahan mencolok, muncul sebuah gaya yang diam-diam merebut hati Gen Z, quiet luxury.
Gaya ini bukan tentang menunjukkan status lewat brand, melainkan tentang kualitas, keanggunan, dan kesederhanaan yang berbicara lebih lantang daripada label. Gen Z merupakan generasi yang tumbuh dengan kesadaran sosial dan estetika digital.
Mulai meninggalkan gaya konsumtif demi pendekatan yang lebih elegan dan bermakna. Quiet luxury bukan sekadar tren fashion, ini adalah pernyataan gaya hidup.
Apa Itu Quiet Luxury?
Quiet luxury adalah gaya hidup dan fashion yang menonjolkan kualitas tinggi, desain minimalis, dan kesan elegan tanpa memamerkan merek atau harga.
Berbeda dari tren logomania yang mengandalkan brand besar dan logo mencolok, quiet luxury tampil lebih halus dan cerdas. Gaya ini mengutamakan keanggunan yang subtil, di mana kemewahan terlihat dari detail dan bahan, bukan dari label.
Baca Juga: Awan .Feast Tegur Polisi di RI Fest: “Moshing Bawa Bendera One Piece Nggak Perlu Dipukuli”
Kenapa Gen Z Menyukai Quiet Luxury?
Gen Z menyukai quiet luxury karena gaya ini sejalan dengan nilai-nilai mereka:
- Menolak konsumsi berlebihan, memilih barang berkualitas dan tahan lama.
- Mengutamakan keaslian dan ekspresi diri, bukan status sosial.
- Peduli pada etika dan keberlanjutan, mendukung brand yang transparan dan bertanggung jawab.
Gaya ini mencerminkan kesadaran sosial dan preferensi Gen Z terhadap fashion yang elegan, bermakna, dan berkelanjutan.
Ciri-Ciri Quiet Luxury
- Tidak menampilkan logo mencolok.
- Mengutamakan potongan, bahan berkualitas, dan detail halus.
- Menggunakan warna netral yang elegan dan tidak lekang oleh waktu.
- Brand dipilih karena kualitas, bukan karena popularitas atau tren.
Gaya ini menonjolkan kemewahan yang tenang dan berkelas, tanpa perlu pamer.
- Pilih bahan berkualitas seperti linen, katun premium, atau cashmere.
- Investasi pada item klasik yang timeless, seperti blazer dan sepatu kulit.
- Gunakan warna netral yang elegan dan mudah dipadukan.
- Belanja secara bijak, utamakan kualitas daripada kuantitas.
- Rawat barang dengan baik agar tahan lama dan tetap terlihat prima.
- Dukung brand yang etis, berkelanjutan, dan fokus pada craftsmanship.
Gaya quiet luxury bisa diterapkan dengan kesadaran, ketelitian, dan pilihan yang cermat tanpa harus mengandalkan kemewahan yang mencolok.
Quiet Luxury sebagai Gaya Hidup
- Mengutamakan kesadaran dalam konsumsi, membeli barang berkualitas dan tahan lama.
- Menekankan keanggunan dari dalam, bukan status sosial.
- Peduli pada etika, keberlanjutan, dan nilai di balik produk.
- Mencerminkan hidup yang tenang, reflektif, dan terarah.
Baca Juga: Pemilik Nama Agus Berkumpul! Berikut 6 Tempat Wisata yang Bisa Dikunjungi Gratis selama Agustus
Gaya hidup quiet luxury adalah tentang memilih kualitas, makna, dan ketenangan dalam setiap aspek kehidupan bukan sekadar penampilan.
Quiet luxury bukan sekadar pilihan gaya, melainkan cerminan dari cara hidup yang lebih sadar, tenang, dan berkelas. Di tengah dunia yang penuh distraksi dan budaya pamer, gaya ini menawarkan alternatif yang lebih bermakna di mana kualitas, kesederhanaan, dan nilai personal menjadi pusat perhatian.
Mengadopsi quiet luxury berarti memilih untuk hidup dengan elegan tanpa berlebihan, menghargai proses di balik produk, dan menjalani keseharian dengan ketenangan yang autentik.
Karena pada akhirnya, kemewahan sejati bukan tentang apa yang terlihat, tetapi tentang apa yang dirasakan dan dijalani.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado