Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gen Z Lebih Minati Beli Pakaian Thrifting Dibanding Membeli Baru, Begini Alasannya?

Imron Arlado • Rabu, 13 Agustus 2025 | 23:54 WIB
Gen Z Lebih Minati Beli Pakaian Thrifting dibanding Membeli Baru, Apa Alasannya? (Foto: Pinterest)
Gen Z Lebih Minati Beli Pakaian Thrifting dibanding Membeli Baru, Apa Alasannya? (Foto: Pinterest)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Tren thrifting atau membeli barang bekas hingga saat ini masih populer di kalangan Gen Z. Banyak dari mereka lebih memilih membeli pakaian di thrifting daripada membeli pakaian baru di toko.

Istilah thrifting sendiri berasal dari kata ‘thrift’ yang berarti berhemat, sehingga hal ini sering dikaitkan dengan aktivitas memperoleh barang-barang yang berkualitas dengan harga yang lebih murah daripada harga aslinya,

Banyak alasan mengapa anak muda saat ini masih menggemari membeli pakaian thrifting dibanding membeli yang  baru, diantaranya sebagai berikut:

Harga Terjangkau

Harga yang relatif terjangkau bagi kantong anak muda menjadi salah satu alasan utama mengapa kaum muda mudi gemar membeli pakaian thrifting. Dimana mereka bisa membeli pakaian brand ternama dengan harga yang murah.

Ditambah kebanyakan toko thrifting membolehkan pembelinya untuk menawar harga, sehingga akan timbul rasa kebahagiaan tersendiri bagi pembeli ketika berhasil menawar barang yang diinginkan dengan harga yang murah.

Tren Fashion Vintage

Tren fashion dengan gaya vintage kini mulai populer kembali dikalangan anak muda. Mereka mulai melirik gaya berpakaian zaman dahulu untuk menjadi kiblat fashionnya. Nostalgia, menjadi alasan beberapa orang menjadikan vintage sebagai tren masa kini.

Di toko-toko baju baru, biasanya tidak banyak yang menyediakan pakaian dengan gaya vintage. Sehingga thrifting menjadi pilihan Gen Z untuk menemukan mendapatkan model pakaian yang diinginkan sehingga dirinya dapat mengikuti tren fashion vintage tersebut.

Model Tidak Pasaran

Banyak dari Gen Z yang tidak menyukai model pakaian yang pasaran. Banyak dari mereka yang merasa malu ketika tidak sengaja bertemu dengan orang lain yang berpakaian sama sepertinya di satu tempat.

Di toko thrifting banyak menyediakan model pakaian yang sangat beragam. Mulai dari model pakaian zaman dahulu hingga model pakaian terkini ada disini. Berbagai jenis pakaian dapat dicari thrifting, mulai dari kaos oblong, crewneck, kemeja, jaket, cardigan, dress, jeans dan masih banyak lagi.

Ditambah di thrifting banyak didapatkan pakaian dengan model yang unik serta detail menarik yang tidak umum ditemukan di toko-toko pakaian biasa. Sehingga pembeli dapat memilih pakaian yang sesuai dengan seleranya.

Media Sosial yang Berkembang

Berkembangnya media sosial saat ini menjadi salah satu alasan mengapa thrifting bisa popular. Banyak orang yang baru mengenal istilah thrifting dari media sosial. Tidak hanya media sosial juga dimanfaatkan dengan baik oleh penjual-penjual pakaian thrifting.

Selain digunakan untuk mempromosikan tokonya, banyak penjual pakaian thrifting yang juga menjual barangnya melalui media sosial, seperti story whatsapp, postingan instagram, live tiktok, dan sebagainya.

Dampak Negatif Thrifting

Meskipun diminati banyak orang, namun kegiatan thrifting mempunyai dampak negatif yang patut diketahui sebelum memutuskan untuk membeli produk thrifting.

  1. Menurunkan Pendapatan Negara

Barang thrifting yang diimpor dari luar negeri kebanyakan merupakan barang ilegal, hal ini berdampak buruk pada pendapatan negara.

  1. Merugikan Brand Lokal

Produk thrifting yang harganya lebih murah membuat produk lokal menjadi kurang diminati, sehingga menyebabkan penurunan produksi dan hilangnya lapangan kerja.

  1. Dapat Menyebabkan Penyakit Kulit

Pakaian bekas dapat menyebabkan pembelinya terkena penyakit kulit. Hal iki dikarenakan pembeli tidak mengetahui apakah pemilik sebelumnya memiliki riwayat penyakit kulit atau tidak. Sehingga disarankan untuk pembeli pakaian thrifting untuk merendam pakaian yang dibelinya menggunakan air panas terlebih dahulu sebelum memakainya. Rizma.

Editor : Imron Arlado
#anak muda #vintage #lifestye #Gen Z #thrift #thrift baju bekas #tren fashion