JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam setiap hubungan, baik itu romantis, keluarga, maupun persahabatan, salah satu kebutuhan paling mendasar manusia adalah merasa dicintai dan dihargai. Tapi kenyataannya, tidak semua orang menunjukkan dan menerima kasih sayang dengan cara yang sama. Di sinilah konsep love languages atau “bahasa cinta” menjadi sangat relevan dan membantu.
Memahami bahasa cinta bukan hanya soal tahu suatu hal yang mana yang kita atau pasangan kita sukai, tapi juga tentang bagaimana cara mengekspresikannya secara nyata dan konsisten.
Misalnya, jika seseorang memiliki bahasa cinta utama acts of service, mereka akan lebih merasa dicintai ketika kita membantu mereka mencuci piring, mengantar saat sedang sibuk, atau melakukan hal kecil yang menunjukkan kepedulian, bukan sekadar mengatakan “aku sayang kamu”.
Sebaliknya, bagi orang yang bahasanya adalah words of affirmation, kata-kata apresiasi, pujian, dan dukungan bisa jauh lebih bermakna daripada hadiah atau bantuan fisik.
Yang sering luput disadari adalah bahwa love languages juga berlaku dua arah, bukan hanya soal bagaimana kita menunjukkan cinta, tapi juga bagaimana kita ingin menerimanya. Terkadang, seseorang menunjukkan kasih sayangnya dengan cara mereka sendiri, tanpa menyadari bahwa cara tersebut belum tentu terbaca oleh orang yang dituju.
Misalnya, kita mungkin sering memberikan hadiah sebagai bentuk cinta, padahal pasangan kita lebih menghargai waktu saat bersama. Akibatnya, meskipun kamu sudah “memberi”, pasangan tetap merasa kurang diperhatikan.
Untuk menjadikan love languages benar-benar efektif dalam hubungan, komunikasi terbuka sangat dibutuhkan. Saling bertanya dan mendengarkan bisa menjadi langkah awal yang sederhana tapi berdampak besar.
Ada lima bentuk utama love languages. Masing-masing bahasa cinta mewakili cara seseorang merasakan, menerima, dan mengekspresikan cinta:
- Words of Affirmation
Orang dengan bahasa cinta ini merasa dicintai ketika mendengar kata-kata positif, pujian, dan apresiasi secara verbal.
Seperti kalimat, “Aku bangga padamu'', “Terima kasih ya sudah bantu hari ini'' dan “Kamu hebat banget menyelesaikan pekerjaan itu!”
- Quality Time
Bagi orang dengan bahasa cinta ini, kebersamaan yang penuh perhatian dan tanpa distraksi adalah bentuk cinta paling besar.
Contohnya, mengobrol dengan fokus tanpa memegang HP, menonton film bersama sambil benar-benar hadir secara emosional, menghabiskan akhir pekan untuk melakukan aktivitas bersama.
- Receiving Gift
Bukan berarti matre, orang dengan bahasa cinta ini menghargai simbol kasih sayang dalam bentuk benda fisik, karena bagi mereka itu adalah tanda bahwa mereka diingat dan dihargai.
Contohnya, membelikan makanan favoritnya saat pulang, memberi kejutan kecil tanpa alasan khusus, dan menyimpan kenang-kenangan dari momen penting bersama.
- Act of Service
Bagi orang ini, tindakan nyata dan bantuan yang tulus adalah bentuk cinta paling dalam.
Seperti membantu mencuci piring tanpa diminta, menjemput saat hujan atau antar jemput kerja, dan mengurus sesuatu yang penting agar mereka bisa istirahat.
- Physical Touch
Sentuhan adalah bentuk utama ekspresi cinta bagi mereka. Kehadiran fisik yang hangat membuat mereka merasa aman, dicintai, dan terhubung.
Contohnya, memberi pelukan hangat, pegangan tangan saat jalan, hingga menyentuh bahu, rambut, atau duduk berdekatan.
Memahami bahasa cinta bukan sekadar tentang mengenal lima jenis ekspresi kasih sayang. Tetapi tentang bagaimana kita belajar untuk hadir, memberi, dan menerima cinta dengan cara yang paling bermakna bagi orang terdekat kita. Dalam hubungan apa pun baik itu pasangan, keluarga, maupun sahabat.
Mengetahui dan menghargai love language satu sama lain bisa menjadi kunci untuk menciptakan koneksi yang lebih dalam, mengurangi salah paham, dan memperkuat rasa saling memiliki.
Karena pada akhirnya, cinta bukan hanya tentang seberapa besar yang kita rasakan, tapi seberapa baik kita bisa menyampaikannya dengan cara yang benar-benar sampai ke hati orang yang kita cintai. NIYA
Editor : Imron Arlado