Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

‘Dunia Milik Berdua, yang Lain Ngontrak’: Fenomena Romantis yang Viral di Medsos

Imron Arlado • Jumat, 1 Agustus 2025 | 23:51 WIB
Dunia Milik Berdua, yang Lain Ngontrak - Pinterest
Dunia Milik Berdua, yang Lain Ngontrak - Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Fenomena kata "dunia milik berdua yang lain ngontrak" menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan anak muda yang menggunakan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X.

Ungkapan ini menggambarkan perasaan romantis dua orang yang tengah dimabuk cinta, seolah dunia hanya milik mereka berdua saja.

Sementara itu, semua orang dan hal lain di sekitarnya dianggap sebagai “penyewa” yang tidak memiliki tempat permanen dalam hidup mereka.

 

 

Frase ini bukan sekadar kalimat biasa, melainkan telah menjadi sebuah fenomena budaya digital yang mendapat sambutan hangat sebagai ekspresi kekinian dari kedekatan pasangan.

Konsep “dunia milik berdua” menggambarkan eksklusivitas dan intensitas hubungan antara dua orang yang sedang dekat.

Sedangkan “yang lain ngontrak” melambangkan pandangan bahwa hal-hal atau orang lain di luar hubungan itu hanya hadir sementara dan tidak sepenting pasangan itu sendiri.

Hal ini membuat banyak netizen merasa relate dan menggunakan ungkapan ini dalam berbagai konten, seperti video pendek, meme, caption di foto, dan cerita singkat tentang kehidupan sehari-hari mereka.

 

 

Salah satu alasan mengapa frasa ini begitu populer adalah karena ia mewakili perasaan yang hampir universal dialami oleh banyak pasangan muda saat mereka sedang jatuh cinta.

Mereka merasa seolah seluruh dunia berhenti berputar dan fokus hanya pada orang yang disayang.

Momen-momen kecil seperti berdua menonton film, berjalan bersama, saling bertukar pesan romantis, sampai hal-hal sederhana jadi sangat berarti.

 

 

Tidak hanya mengekspresikan romantisme, fenomena ini juga memberikan ruang bagi kreativitas pengguna media sosial untuk membuat konten yang lucu dan menghibur.

Video-video yang menampilkan adegan pasangan yang terlalu fokus pada satu sama lain sehingga lupa lingkungan sekitar sangat banyak beredar, sering mendapat komentar positif dan banyak dibagikan.

Di satu sisi, hal tersebut mengandung humor sekaligus gambaran realita sosial, bahwa terlalu tenggelam dalam dunia berdua juga memiliki dampak yang perlu diperhatikan.

 

 

Namun, fenomena ini tak lepas dari kritik dan refleksi sosial.

Beberapa pihak mengingatkan agar pasangan yang sedang “dunia milik berdua” tidak sampai mengabaikan lingkungan sosial dan tanggung jawab mereka.

Contohnya, ada komentar yang mengingatkan bahwa saat berkendara, terlalu asyik dengan pasangan sampai tidak memperhatikan kondisi jalan, bisa berbahaya bagi pengendara lain.

Ini menjadi pengingat penting agar meski bahagia dalam hubungan, tetap harus menjaga sikap dan kesadaran terhadap situasi di sekitar.

Fenomena kata "dunia milik berdua yang lain ngontrak" bukan hanya sekadar tren verbal, tapi juga fenomena sosial dan budaya yang menarik untuk diamati dalam konteks kehidupan modern yang dipengaruhi media digital.

 

 

Ungkapan ini merefleksikan dinamika hubungan cinta saat ini, di mana eksklusivitas, keintiman, dan kebahagiaan berpasangan diekspresikan secara terbuka dan kreatif melalui teknologi digital.

Meski begitu, pesan penting yang bisa diambil adalah bahwa menjaga keseimbangan antara dunia berdua dengan dunia sosial yang lebih luas tetap sangat diperlukan agar hubungan tetap sehat dan kehidupan sosial tetap harmonis.

 

Devi

Editor : Imron Arlado
#romantis #Ungkapan #fenomena #viral #medsos