Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dampak Keluarga Broken Home terhadap Tumbuh Kembang Anak

Imron Arlado • Jumat, 1 Agustus 2025 | 23:53 WIB
Dampak broken home pada psikologis anak.
Dampak broken home pada psikologis anak.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kondisi keluarga dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang seorang anak. Anak yang lahir dari keluarga harmonis dan broken home tentu berbeda perilakunya.

Anak yang tumbuh dari keluarga harmonis cenderung merasa bahagia dan memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan psikologis anak.

Sedangkan anak dari keluarga broken home akan berdampak negatif pada perkembangan psikologisnya.

Kondisi keluarga broken home adalah kondisi ketika orang tua bercerai atau orang tua yang bersikap kurang dewasa, sehingga kurangnya keharmonisan dalam keluarga.

Dampak dari anak korban broken home dapat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak, berikut penjelasannya.

 

 

  1. Kurang Kasih Sayang

Hubungan keluarga yang tidak harmonis cenderung mengedepankan kepentingan pribadi dan bersikap egois.

Jika terus berlanjut dengan mempertahankan ego masing-masing, maka seorang anak akan menjadi korban utama. Akibatnya, anak akan kekurangan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua.

 

  1. Sulit Bergaul

Broken home dapat berdampak besar bagi psikologis anak, salah satunya yakni anak akan menutup diri dari lingkungan sekitarnya karena rendah diri yang dimilikinya.

Kurangnya peran orang tua sebagai tempat berbagi cerita bagi anak membuat anak akan cenderung menutup diri.

Hal ini dapat berakibat buruk karena anak akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya.

  1. Mengalami Gangguan Psikologis

Broken home memiliki pengaruh yang besar bagi kondisi anak terutama terkait gangguan psikologis.

Anak yang menjadi korban broken home cenderung mengalami gangguan psikologis, seperti merasa ketakutan, cemas, selalu merasa sedih, serba salah, menyendiri, dan lainnya.

Jika tidak mendapatkan penanganan lanjut, maka gangguan ini dapat berdampak pada lingkungan sosial anak.

 

  1. Membenci Kedua Orang Tua

Seorang anak yang mentalnya belum stabil dan tumbuh di keluarga broken home dapat berisiko menumbuhkan rasa benci pada kedua orang tuanya.

Karena mereka belum mampu untuk memahami situasi yang terjadi dalam keluarganya, bahkan belum siap untuk menerima kenyataan yang ada.

Akibatnya, mereka cenderung menyalahkan salah satu atau bahkan kedua orang tuanya atas semua permasalahan yang terjadi.

 

  1. Memiliki Emosi yang Tidak Stabil

Anak dari keluarga broken home memiliki tingkat kestabilan emosi yang tinggi dibandingkan mereka yang dibesarkan dalam keluarga yang utuh.

Perasaan seperti kehilangan rasa aman, kebingungan, kemarahan, dan kesedihan kerap muncul.

Jika proses perpisahan orang tua berlangsung tanpa penjelasan yang dapat mudah dipahami oleh anak, maka hal ini dapat menciptakan tekanan batin dan kecemasan yang berkepanjangan.

 

 

  1. Perilaku Menyimpang

Tanpa adanya dukungan dari orang tua secara penuh dapat berisiko menyebabkan anak rentan mengalami penyimpangan perilaku.

Anak dapat bebas melakukan hal-hal negatif karena tidak mendapatkan pengawasan dari orang tua, seperti narkoba, alkohol, maupun kenakalan remaja.

Seorang anak yang berperilaku menyimpang dapat disebabkan karena kurangnya perhatian dari orang tua, akibatnya mereka cenderung berperilaku menyimpang untuk mencari perhatian.

 

 

  1. Prestasi Akademis Menurun

Akibat dari keluarga yang broken home dapat memberikan tekanan emosional bagi seorang anak.

Hal tersebut dapat berdampak bagi prestasi akademis mereka karena anak yang sedang tertekan di rumah cenderung sulit berkonsentrasi di sekolah.

Anak akan mengalami gangguan dalam proses belajar seperti penurunan motivasi belajar hingga penurunan prestasi di sekolah. LINDA

Editor : Imron Arlado
#keluarga #broken home #dampak broken home pada anak #harmonis #kurang perhatian