JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Mungkin kalian terkhusus Gen Z sudah tak asing lagi dengan istilah work life balance yang tengah ramai digandrungi oleh banyak orang.
Dirangkum dari beberapa informasi hasil survei, penduduk yang lahir kisaran tahun 1997-2012 mayoritas Gen Z menginginkan work life balance. Hal ini tentu ditandai dengan generasi mereka yang tidak mau bekerja mati-matian sampai lupa untuk menjalani kehidupan.
Istilah ini tentu menjadikan Generasi Z yang menekankan akan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Generasi ini tentu lebih memilih adanya keseimbangan yang balance, karena menurut mereka kesehatan mental juga penting, waktu berkumpul bersama keluarga, bahkan tetap memiliki kebebasan untuk melakukan hobi-hobi mereka yang menyenangkan.
Lantas, bagaimana kita bisa menerapkan keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupannya dengan istilah work life balance?
1. Generasi Z cenderung melakukan kerja sesuai jam
Generasi ini tentu memiliki prinsip akan ketepatan waktu, jika dirasa jam kerja sudah selesai mereka akan langsung pulang, jadi tidak bergantung pada jam pulang atasan. Jika kamu ingin menerapkan ini, perlu efektifkan jam kerja sebaik mungkin, dari pada sibuk namun hasil yang didapatkan minim.
2. Fleksibilitas menjadi kunci bagi Gen Z
Bagi kamu para Generasi Z, kerja dengan sistem remote atau hybrid tentu menjadi pilihan yang tepat untuk kerja. Karena dengan sistem kerja yang seperti ini, kamu akan lebih mudah dan bebas mengatur waktu dan tempat kerja.
3. Bagi para Gen Z waktu me time itu penting
Bagi mereka, burnout bisa datang kapan saja. Hal ini menjadikan mereka gak takut untuk ambil cuti demi kepentingan dan kesehatan mental atau bahkan sekedar berlibur singkat. Hal ini menjadi kepercayaan mereka untuk tetap menjadi kuat.
4. Gen Z tidak menyukai kerja kantoran
Bagi Gen Z work from office (WFO) memiliki sistem waktu yang tidak fleksibel. Sehingga mereka tidak memiliki ketertarikan untuk kerja kantoran. Karena cenderung mengikat waktu dan bahkan tenaga.
Baca Juga: Beralih ke TikTok Sebagai Mesin Pencari dan Dapatkan Informasi, Kini Gen Z Tinggalkan Google!
Editor : Imron Arlado