JAWA POS RADAR MOJOKERTO –Dalam kehidupan sosial, keinginan untuk diperhatikan adalah hal yang wajar. Manusia adalah makhluk sosial yang secara alami menginginkan validasi, pengakuan, dan interaksi dari sesama.
Namun, ketika keinginan tersebut menjadi berlebihan dan terus-menerus, hingga mengganggu hubungan sosial atau menimbulkan stres, bisa jadi itu merupakan gejala dari sesuatu yang lebih dalam.
Spotlight effect adalah kondisi ketika seseorang merasa sedang diperhatikan terus menerus oleh orang-orang di sekitarnya. Hal ini merupakan salah satu bentuk gangguan mental yang bisa terjadi pada siapa saja.
Perilaku haus perhatian merujuk pada dorongan yang sangat kuat untuk menjadi pusat perhatian dalam berbagai situasi, baik itu di lingkungan kerja, pertemanan, maupun media sosial.
Individu yang memiliki kecenderungan ini biasanya merasa tidak nyaman atau gelisah jika tidak menjadi sorotan, dan sering kali mencari cara untuk menarik perhatian, seperti:
- Membesar-besarkan cerita atau pengalaman pribadi
- Bertingkah dramatis atau berlebihan
- Mengunggah konten yang provokatif di media sosial
- Mengeluh secara terbuka untuk mendapatkan simpati
- Memonopoli pembicaraan dalam suatu kelompok
Penyebab umum perilaku haus perhatian:
- Kurangnya pengakuan di masa lalu: Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan kurang dukungan emosional bisa tumbuh dengan kebutuhan besar akan validasi eksternal.
- Lingkungan sosial dan budaya media sosial: Budaya digital saat ini cenderung memberi panggung bagi mereka yang tampil mencolok. Hal ini bisa memperkuat dorongan untuk selalu tampil.
- Rendahnya rasa percaya diri: Mereka yang memiliki kepercayaan diri rendah sering kali mencari pengakuan dari luar untuk merasa berharga.
Tanda-tanda perilaku haus perhatian yang berlebihan:
- Selalu mengarahkan topik pembicaraan pada diri sendiri
- Sering merasa tersinggung atau marah saat tidak diperhatikan
- Berpakaian atau bertindak secara ekstrem hanya untuk mendapat reaksi
- Mengandalkan pujian untuk merasa bahagia
- Tidak tahan dengan situasi di mana orang lain mendapat perhatian lebih
Cara mengatasi:
- Menyadari dan mengakui perilaku tersebut
- Membangun harga diri yang sehat
- Melatih empati
- Mengurangi paparan media sosial
- Konsultasi dengan orang terdekat atau psikolog
Keinginan untuk diperhatikan adalah hal manusiawi. Namun, jika dorongan tersebut menjadi berlebihan hingga mendominasi perilaku, penting untuk mengenali dan mengelolanya dengan sehat. NIYA
Editor : Imron Arlado