JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Love bombing merupakan perilaku yang ditunjukkan melalui ungkapan kasih sayang secara berlebihan, baik secara fisik maupun verbal.
Pelaku love bombing biasanya akan membanjiri kamu dengan hadiah, perhatian yang intens, pujian berlimpah, serta ekspresi cinta yang terkesan berlebihan atau tidak wajar.
Hal tersebut mungkin terdengar bagus bukan? Tetapi, kamu juga perlu waspada lho. Perilaku yang diberikan secara berlebihan tersebut biasanya dilakukan oleh seorang narsistik dan manipulator.
Dengan menciptakan suasana yang tampak penuh cinta dan perhatian, pelaku dapat membuatmu sulit menyadari motif tersembunyi di balik perlakuannya.
Tujuan dari love bombing adalah untuk memanipulasi hubungan demi memenuhi keinginan pelakunya. Karena merasa dimanjakan dan diperhatikan, kamu pun tidak menyadari bahwa sedang dimanipulasi.
Bahkan, ketika orang lain mulai mempertanyakan keanehan dalam hubungan kalian, kamu justru merasa bingung karena segalanya tampak berjalan baik-baik saja.
Berikut adalah ciri-ciri perilaku love bombing yang wajib kalian ketahui agar tidak menjadi korbannya.
Ciri-ciri Love Bombing
- Memberikan hadiah secara berlebihan
- Menginginkan perhatian penuh dan marah jika kamu mengabaikannya
- Sering memuji, seperti mengucapkan bahwa dia sangat mencintaimu
- Memanipulasi kamu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan
- Sangat mengikat dan membatasi pasangannya
Bahaya Love Bombing
Love bombing biasanya terjadi di fase awal hubungan atau biasa disebut masa pendekatan alias PDKT.
Masa PDKT sangat rawan dengan love bombing karena perhatian dan pujian yang terus menerus diberikan dapat menjadi daya tarik pelaku untuk menaklukkanmu.
Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, love bombing dapat berdampak negatif dengan membuatmu merasa bingung dan terjebak.
Kamu pun mulai mempertanyakan apakah perhatian yang diberikan benar-benar tulus sebagai bentuk kasih sayang, atau justru merupakan sikap yang mengganggu dan tidak sehat.
Love bombing juga kerap kali muncul dalam situasi kekerasan dalam rumah tangga. Pelaku biasanya menunjukkan sikap yang dramatis, misalnya dengan menyatakan cintanya secara berlebihan, semata-mata agar kamu tetap bertahan dalam hubungan tersebut.
Namun, meskipun tampak menyesal atau penuh kasih, pelaku sebenarnya tidak berniat untuk mengubah perilakunya. Tujuan utamanya hanyalah untuk mengendalikanmu, dan ia cenderung akan terus mengulang pola perilaku negatif yang sama.
Pelaku kemudian akan kembali membangun suasana hubungan yang tampak penuh cinta agar kamu merasa tenang dan tidak menyadari niat tersembunyi di balik tindakannya.
Baca Juga: Benarkah Kucing Menyerupai Pemiliknya? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Namun, seiring waktu, sikapnya berubah menjadi semakin menuntut, mengendalikan, dan mudah cemburu, hingga akhirnya membuatmu merasa lelah dan tertekan.
Jika kamu mulai menolak atau menetapkan batasan, pelaku akan menyalahkanmu dengan mengungkit segala hal yang telah ia berikan sebagai bentuk tekanan emosional.
Jika kamu telah mengetahui ciri-ciri dan bahaya love bombing, maka kamu perlu waspada. Jangan sampai kamu menjadi salah satu korban love bombing, ya! LINDA
Editor : Imron Arlado