Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Anxious Attachment: Saat Cinta Dipenuhi Kecemasan

Imron Arlado • Minggu, 20 Juli 2025 | 23:13 WIB

Dalam setiap hubungan, rasa dekat dan ketertarikan adalah hal yang wajar. Sumber Foto: Pinterest
Dalam setiap hubungan, rasa dekat dan ketertarikan adalah hal yang wajar. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO- Dalam setiap hubungan, rasa dekat dan ketertarikan adalah hal yang wajar. Namun bagaimana jika kedekatan itu justru memunculkan rasa takut, kecemasan, dan ketergantungan berlebihan?

Hal ini disebut dengan Anxious Attachment. Salah satu gaya keterikatan yang dapat mempengaruhi hubungan seseorang secara signifikan.

Anxious Attachment adalah pola keterikatan yang membuat seseorang merasa sangat takut ditinggalkan, membutuhkan banyak kepastian, dan mudah overthinking dalam hubungan yang dijalaninya.

Hal ini ditandai dengan kebutuhan tinggi akan kepastian, perhatian, dan validasi dari orang lain, terutama pasangan.

 

Baca Juga: Sering Mendengar Istilah Boundaries? Begini Penjelasannya

 

Ciri-ciri Anxious Attachment:

  1. Sering merasa cemas jika pasangan tidak segera membalas pesan atau menelepon.
  2. Terlalu bergantung secara emosional pada pasangan atau orang terdekat.
  3. Takut kehilangan atau ditinggalkan meskipun tidak ada tanda-tanda yang jelas.
  4. Mencari validasi terus menerus agar  merasa dicintai atau dihargai.
  5. Cenderung terlalu memprioritaskan hubungan dibandingkan dengan kebutuhan pribadi.

 

Anxious Attachment biasanya terbentuk pada masa anak-anak, terutama ketika orang tua kurang konsisten dalam memberikan kasih sayang atau respon emosional. Misalnya, anak yang kadang dipeluk hangat, namun di lain waktu diabaikan saat membutuhkan.

Hal tersebut akan menyebabkan anak tumbuh dengan rasa tidak aman terhadap cinta dan perhatian. Namun, Anxious Attachment juga dapat berkembang di usia dewasa karena pengalaman hubungan yang menyedihkan.

Anxious Attachment dapat menyebabkan hubungan terasa melelahkan, baik bagi penderitanya maupun pasangannya.

 Baca Juga: Seseorang yang Memakai Jam Tangan Sebelah Kanan Terlihat Stylish, Benarkah Demikian?

 

Berikut dampak negatif dari Anxious Attachment:

  1. Konflik yang berulang karena rasa cemas yang berlebihan
  2. Kesulitan memberi dan menerima ruang pribadi
  3. Overthinking dan berasumsi negatif yang tidak berdasar
  4. Selalu merasakan perasaan tidak aman meski pasangan sudah menunjukkan rasa sayang dan cinta.

Dalam jangka waktu yang panjang, Anxious Attachment dapat menghambat hubungan yang sehat dan membuat seseorang terjebak dalam pola relasi yang tidak seimbang.

 

Cara mengatasi Anxious Attachment:

  1. Mengenali polanya:

Langkah pertama adalah menyadari bahwa mereka memiliki kecenderungan anxious attachment

  1. Membangun rasa aman dari dalam diri:

Melakukan terapi atau self help dapat membantu memperkuat harga diri dan rasa cukup

  1. Mengkomunikasikan kebutuhan secara sehat:

Belajar mengekspresikan kecemasan tanpa menekan pasangan

  1. Berlatih mandiri secara emosional:

Meluangkan waktu untuk diri sendiri, mengembangkan minat dan relasi diluar dari pasangan.

 

Baca Juga: Akan Hadapi Malaysia, Timnas Indonesia U-23 Perlu Waspada Pada Laga Terakhir Fase Grup Piala AFF U-23 2025

 

Anxious Attachment bukanlah kelemahan, melainkan respon emosional yang terbentuk dari pengalaman masa lalu. Dengan pemahaman yang cukup, komunikasi, dan kerja sama yang sehat, anxious attachment dapat diubah menuju hubungan yang lebih stabil dan menenangkan. NIYA

 

Editor : Imron Arlado
#Kecemasan berlebih #Lifestyle #anxious attachment style #hubungan #dampak negatif