Sari Sulisetya sudah menentukan busana pengantin apa yang akan dipakainya saat naik pelaminan tahun depan. Nyaman dipakai tapi memberi kesan elegan dan anggun jadi alasan perempuan 26 tahun itu memilih gaun bergaya simpel dan timeless.
Sari mengungkapkan, memilih busana pengantin bukan perkara mudah. Sebab, menurut Sari, gaun yang dipakai bukan sekadar pakaian. Lebih dari itu, gaun pengantin adalah simbol cinta dan komitmen untuk masa depan. ”Karena pernikahan adalah momen istimewa dan bersejarah dalam hidup,” ucapnya.
Hal-hal itulah yang membuatnya menjatuhkan pilihan pada gaya busana simpel dan timeless. Selain sesuai dengan tren saat ini, Sari beranggapan model gaun yang demikian lebih nyaman dipakai. ”Tapi tetap membuat kesan elegan dan anggun,” tutur perempuan asal Sooko itu.
Namun, jangan salah sangka. Meski suka yang simpel-simpel, Sari tetap mementingkan keindahan. Baginya, desain dan kenyamanan harus seimbang. Busana yang indah tapi membuat pengantin tidak nyaman bisa mengganggu perayaan hari bahagia.
Sebaliknya, pengalaman pernikahan akan mudah luntur apabila gaun yang dipakai tak menarik secara visul. ”Karena itu saya memilih pakai busana yang tidak hanya terlihat bagus, tetapi juga harus terasa nyaman. Sehingga bisa menikmati acara dengan bahagia dan percaya diri. Dari sana, pernikahan akan menjadi pengalaman yang semakin berkesan,” ungkapnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi