JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perilaku kucing yang mendadak menjauh atau bersembunyi dari pemiliknya merupakan fenomena yang sering terjadi di berbagai rumah pemilik kucing.
Secara naluriah, kucing memang memiliki kecenderungan untuk mencari tempat bersembunyi ketika merasa terganggu, tidak nyaman, atau terancam.
Namun, ketika kebiasaan tersebut terjadi secara tiba-tiba, bisa jadi kucing menunjukan bahwa terdapat faktor-faktor spesifik yang menjadi pemicunya.
Dari sisi kesehatan fisik, kucing yang tiba-tiba menghilang atau menyendiri kerap mengalami gangguan kesehatan yang sedang berkembang.
Secara naluriah, hewan yang tengah sakit akan mengisolasi diri guna meminimalisasi risiko diserang oleh predator dalam kondisi lemah.
Beberapa penyakit yang umumnya disertai perubahan perilaku pada kucing anata lain:
- Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Terjadi peradangan atau infeksi pada saluran kemih kucing yang biasanya disebabkan oleh bakteri.
Gejala khas meliputi kesulitan dan rasa sakit saat buang air kecil (disuria), sering buang air kecil dengan volume sedikit (pollakiuria), dan kadang urin berdarah (hematuria)
Kucing biasa terlihat lebih menjilati area genital karena iritasi dan ketidaknyamanan.
Kucing mungkin buang air kecil di tempat yang tidak biasa karena rasa sakit saat menggunakan kotak pasir.
Infeksi ini dapat menyebabkan kucing menjadi lesu, kehilangan nafsu makan, dan perubahan mood yang tajam.
- Gangguan Pencernaan
Gangguan pencernaan pada kucing dapat berupa muntah, diare, atau penurunan nafsu makan.
Kucing dengan masalah pencernaan biasanya menunjukkan pergerakan yang lebih lambat dan kurang bersemangat dibanding biasanya.
Dehidrasi dan kehilangan berat badan akibat gangguan pencernaan dapat memperburuk kondisi kucing.
Gejala ini mengindikasikan adanya masalah pada sistem pencernaan yang perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Hewan Peliharaan: Ini Manfaat Memelihara Kucing
- Luka pada Tubuh yang Tidak Tampak
Luka atau cedera yang tidak terlihat secara langsung dapat mengakibatkan rasa sakit yang membuat kucing menyendiri dan bersembunyi.
Luka bisa berada di area yang sulit dijangkau atau tersembunyi di bawah bulu, sehingga tidak mudah ditemukan oleh pemilik.
Rasa sakit akibat luka dapat membuat kucing enggan bergerak atau bersentuhan dengan orang.
Perilaku berubah menjadi lebih pendiam dan enggan berinteraksi bisa menandakan cedera yang perlu diperiksa oleh dokter hewan.
- Gangguan pada Organ Vital Seperti Ginjal dan Hati
Penyakit ginjal atau hati dapat mengakibatkan berbagai gejala non-spesifik seperti penurunan nafsu makan, muntah, diare, dan lemas.
Kucing dengan gangguan ginjal sering menunjukkan tanda-tanda dehidrasi dan penurunan berat badan.
Organ yang terganggu mempengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan, sehingga kucing menjadi kurang berenergi dan mengubah perilakunya menjadi lebih menyendiri.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.
- Gejala Lain yang Sering Menyertai
Penurunan nafsu makan yang tiba-tiba menjadi indikator penting adanya masalah kesehatan.
Berat badan turun secara signifikan akibat penyakit atau stres.
Muntah dan diare adalah tanda adanya gangguan sistem pencernaan atau penyakit internal.
Gerakan yang lambat, kurang aktif, dan lebih banyak waktu untuk diam menandakan kondisi kesehatan yang menurun.
Perubahan perilaku seperti menjadi lebih pendiam dan menghindar dari interaksi sosial biasanya adalah tanda stres atau rasa tidak nyaman fisik.
Dengan memahami poin-poin tersebut, pemilik kucing dapat lebih waspada dan mengambil tindakan cepat bila menemui perilaku aneh pada hewan peliharaannya.
Segera konsultasi dengan dokter hewan sangat dianjurkan bila gejala-gejala ini terjadi.
Devi
Editor : Imron Arlado