JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Lagu anak-anak berjudul “Bunda Piara” kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial Tiktok.
Walaupun lagu ini telah dirilis sejak lama, namun belakangan ini mendadak banyak digunakan sebagai latar music dalam video-video kenangan bertema keluarga, kenangan masa kecil, hingga momen emosional Bersama orang tua.
Setiap kali mendengar intro khas dari lagu ini, banyak dari generasi milenial hingga Gen Z teringat kembali pada kenangan manis masa kecil mereka.
Liriknya yang sederhana dipadukan dengan melodi yang menyentuh hati mampu membangkitkan rasa rindu akan kehangatan keluarga serta kasih sayang akan kehangatan keluarga dan momen penuh kasih saat diasuh oleh ibu.
Tidak sedikit pengguna TikTok yang membagikan video yang menampilkan cuplikan masa kecil, momen kebersamaan dengan orang tua, atau sekedar foto kenangan yang dipadukan dengan lagu ini.
Waktu ku kecil, Hidupku amatlah senang
Senang dipangku, dipangku, dipeluknya
Serta dicium, dicium, dimanjakan
Namanya kesayangan
Lirik tersebut mengajak para pendengar untuk kembali mengenang masa kecil, saat pelukan ibu dan perhatian ayah menjadi sumber kenyamanan terbesar dalam hidup.
Setiap konten creator yang mengupload video tersebut kolom komentar selalu dipenuhi dengan perasaan haru dan rasa rindu dari para penonton.
Menurut psikolog, lagu seperti “Bunda Piara” dapat memicu emosi positif yang sehat. Mengenang kembali masa lalu, khususnya hubungan rasa hangat dengan keluarga, dapat mempererat ikatan emosional sekaligus memberikan rasa tenang di tengah kesibukan kehidupan dewasa.
Kepopuleran lagu ini kembali mendorong banyak para musisi muda dan content creator untuk membuat versi cover atau aransemen baru, bahkan dengan sentuhan modern namun tetap mempertahankan nuansa aslinya.
Nilai emosional yang melekat dalam lagu “Bunda Piara” menunjukkan bahwa lagu dengan pesan yang tulus mampu bertahan melintasi generasi dan tetap memiliki tempat istimewa di hati para pendengarnya.
Tidak mengherankan jika banyak orang dari berbagai generasi yang telah tumbuh dewasa menganggap lagu “Bunda Piara” sebagai lagu yang abadi.
Melodi yang familiar seakan membawa pendengarnya kembali menelusuri Lorong waktu ke masa lalu, membangkitkan kembali rasa kasih sayang dan kerinduan pada sosok ibu.
Lagu “Bunda Piara” membuktikan bahwa lagu anak-anak tidak harus terikat pada masa kecil semata.
Saat diputar kembali momen pada saat momen yang tepat dengan perasaan terbuka, lagu ini mampu membangkitkan emosi pada orang dewasa yang mungkin sudah lupa bagaimana rasanya dicintai tanpa syarat.
Di tengah dunia era digital yang serba cepat dan penuh gangguan, lagu seperti “Bunda Piara” hadir sebagai pelukan virtual yang hangat, menenangkan dan sarat makna. Wulandari
Editor : Imron Arlado