Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Angka Pernikahan Turun Drastis: Realita Baru Generasi Muda Indonesia

Imron Arlado • Minggu, 20 Juli 2025 | 22:58 WIB
Angka pernikahan di Indonesia terus mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir.  Hingga menurun menjadi 1,48 juta di tahun 2024. Sumber foto: Google
Angka pernikahan di Indonesia terus mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Hingga menurun menjadi 1,48 juta di tahun 2024. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Angka pernikahan di Indonesia terus mengalami penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, tercatat sekitar 1,742 juta pernikahan.

Lalu di tahun 2022 menurun menjadi 1,705 juta, penurunan terus berlanjut ke tahun 2023 menjadi sebanyak 1,557 juta.

Tak hanya sampai di situ, angka pernikahan terus menurun secara drastis hingga tahun 2024 sebanyak 1,48 juta kasus. Hal ini menandakan penurunan hampir 30% dibandingkan dengan dekade sebelumnya.

Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi ekonomi pria yang belum stabil. Seperti yang sudah diketahui, biaya pernikahan dan biaya hidup setelah menikah membutuhkan pengeluaran yang sangat banyak.

Para generasi muda yang masih hidup dengan bergantung kepada orang tua dan belum memiliki pekerjaan tetap akhirnya lebih memilih untuk menunda pernikahan hingga benar-benar mapan.

Selain itu, saat ini pernikahan telah kehilangan kedudukannya sebagai prioritas yang harus segera dilaksanakan saat beranjak dewasa dan bukan lagi tujuan utama dalam hidup.

Kondisi ini terjadi karena adanya perubahan pola pikir dan gaya hidup para generasi muda. Mereka lebih memilih untuk fokus mengejar karir, pendidikan, dan self growth terlebih dahulu.

Self growth sendiri adalah sebuah proses untuk meningkatkan kualitas diri dari segala aspek seperti fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.

Tak hanya generasi muda yang wajib melakukan hal ini, namun seluruh generasi pun diharap melakukan self growth sebelum mengambil keputusan besar seperti pernikahan ataupun keputusan besar lainnya guna menghindari penyesalan dan kesalahan langkah dalam suatu keputusan besar.

Perubahan pola pikir dan gaya hidup generasi muda yang berpikir bahwa pernikahan bukan tujuan hidup disebabkan oleh kasus-kasus yang seringkali terjadi seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan pembunuhan yang melibatkan suami istri.

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#perceraian #angka pernikahan #penurunan angka pernikahan #fatherless #pernikahan #pembunuhan #Penurunan Angka Kelahiran #suami istri #kdrt #Independent woman #perselingkuhan #bps #patriarki #Self Growth