JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Membaca AU (Alternate Universe) dan novel merupakan cara anak gen Z melarikan diri dari capeknya dunia. Mereka menganggap dunia fiksi adalah tempat terapi gratis.
Di Tengah kesibukan dan tekanan hidup sehari-hari, banyak Gen Z yang memilih untuk mencari pelarian dan bersembunyi masuk ke dunia fiksi.
Sebuah ruang yang terbentuk dari imajinasi, kata-kata, dan kisah romansa yang sangat berbeda dengan keadaan dalam dunia nyata.
AU dan novel digital maupun fisik bukan hanya sekedar hiburan biasa, melainkan sudah menjadi tempat aman secara psikologis bagi generasi muda yang sedang dalam masa pengenalan diri, mencari jati diri dan sedang berusaha memahami isi dunia di sekitarnya.
Baca Juga: Sinopsis Azzamine, Film Romantis yang Diadaptasi dari Novel
Hanya bermodal alat elektronik dan akses internet, hamper Sebagian remaja, dewasa dapat menghabiskan waktu berjam-jam untuk tenggelam dalam membaca AU atau novel dari berbagai platform.
Banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk membaca AU ataupun novel, seperti Wattpad, Twitter, Tiktok, AO3, Novelme, Fizzo dll. Selain AU dan novel ada juga juga komik dari berbagai genre yang bisa dinikmati.
Kisah fiksi yang Gen Z baca bukan selalu tentang kisah romansa antara tokoh idola atau karakter fiksi lainnya, akan tetapi beragam tema emosional seperti trauma, kehilangan, kecemasan berlebihan, proses penyembuhan diri, hingga penyakit mental health lainnya.
Selain itu karakter dalam AU sering kali dibuat relevan dengan kehidupan Gen z, karena mengangkat tema yang dekat dengan realitas sehari-hari, seperti persahabatan, putus cinta, konflik keluarga, hingga keresahan tentang eksistensi diri.
Hal ini menjadi alasan kuat mengapa genre ini sangat populer dan banyak digemari, khususnya di kalangan penggemar K-pop, anime dan komunitas digital.
Baca Juga: Diadaptasi dari Novel Wattpad, Berikut Sinopsis serta Jadwal Tayang Drama Saudade
Selain untuk hiburan dan pelarian dari seharian menghadapi dunia dengan lelah, membaca AU dan novel dapat membuat imajinasi dalam pikiran muncul, dan dapat meluapkan berbagai emosi.
Jika cerita sedih kita ikut nangis, jika cerita lucu kita ikut tertawa, dan lainnya. Sehingga kita dapat melupakan sejenak masalah dalam hidup. Itulah mengapa AU dan novel cocok sebagai pelarian dan tempat bersembunyi dari sibuknya dunia.
Dunia fiksi memberikan sebuah dunia lain yang penuh harapan serta solusi untuk menghadapi berbagai masalah tanpa harus merasakan secara langsung di kehidupan nyata.
Baca Juga: Koleksi Komik dari Uang Jajan, Mulai Belajar Menulis Novel
Penelitian mengungkapkan bahwa membaca cerita fiksi dapat mengurangi stress, dapat menenangkan pikiran, bahkan meningkatkan kualitas tidur.
Saat memposisikan diri menjadi kehidupan tokoh dalam cerita pembaca sekaligus belajar melihat dari berbagai sudut pandang, meningkatkan rasa empati, serta melatih kecerdasan emosional mereka.
AU dan novel kini telah menjadi bentuk “pelarian sunyi” sekaligus tempat aman bagi Gen z dalam menghadapi tekanan dan tuntutan hidup saat ini.
Melalui narasi dan dunia fiksi, mereka telah menemukan ketenangan batin dan ruang untuk mengekspresikan kreativitas, serta menjalin solidaritas baru di era digital. Wulandari
Editor : Imron Arlado