JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hubungan percintaan seharusnya berlandaskan rasa aman. Namun tidak semua hubungan dapat berjalan sehat. Dalam beberapa kasus, cinta bisa berubah menjadi luka yang mendalam. Baik secara fisik, mental, maupun emosional.
"Abusive" dalam konteks hubungan mengacu pada perilaku kekerasan yang dilakukan oleh satu pihak untuk mengendalikan dan menguasai pihak lainnya. Bentuk kekerasan ini bisa berupa fisik, verbal, emosional, atau bahkan seksual.
Pelaku kekerasan dapat bisa jadi pasangan, pacar, suami atau istri. Bahkan, seseorang yang awalnya terlihat penyayang, hangat, dan penuh rasa cinta. Kekerasan dalam hubungan biasa terjadi secara perlahan, dan sulit dikenali di awal.
Baca Juga: Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Puluhan Lansia Tangguh Lulus dan Diwisuda
Bentuk-bentuk Abusive Relationship
- Kekerasan emosional:
Seperti memberi ancaman, menimbulkan rasa bersalah, hingga memanipulasi korban hingga tak berdaya
- Kekerasa verbal:
Menciptakan ketakutan lewat kata-kata atau intimidasi
- Kekerasan fisik:
Memukul, menampar, mendorong, mencekik, atau Tindakan lainnya yang melukai tubuh
- Kekerasan seksual:
Memaksa pasangan melakukan hubungan intim tanpa persetujuan
- Kekerasan finansial:
Mengontrol keuangan pasangan, tidak memberi akses ke uang, atau memanipulasi secara ekonomi untuk menciptakan ketergantungan
Tanda-tanda mungkin kamu terjebak dalam abusive relationship
- Merasa takut atau tidak nyaman ketika bersama
- Pendapat selalu dikesampingkan
- Cemburu yang berlebihan sehingga ingin mengontrol diri kita
- Sering disalahkan dalam segala hal
- Sulit mengakhiri hubungan karena merasa kasihan
Mengapa sulit keluar dari abusive relationship?
Karena berbagai alasan kompleks, termasuk ketergantungan emosional, rasa takut akan pembalasan, dan harapan bahwa pasangan akan berubah. Selain itu, trauma masa lalu, kurangnya dukungan sosial, dan masalah ekonomi juga dapat menjadi faktor penghambat.
Yang harus dilakukan:
- Mengakui dan sadar akan masalah yang terjadi
- Mencari dukungan
- Membuat rencana keamanan
- Memhubungi bantuan
Baca Juga: Tindak Lanjuti Trotoar Jebol di Jalan Pahlawan, Pemkot Mojokerto Diam-diam Lakukan Perbaikan
Mengakhiri abusive relationship memang bukan hal yang mudah, tetapi Langkah kecil menuju kebebasan dan kesehatan mental jauh lebih penting. Jika kita merasa terjebak dalam abusive relationship perlu diingat bahwa kita tidaklah sendiri dan bantuan pasti selalu ada. Beranilah untuk melindungi diri kita sendiri, sebab kita layak untuk hidup aman dan bahagia.
NIYA
Editor : Imron Arlado