JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kita seringkali berada di kondisi susah untuk bilang nggak, susah untuk menolak padahal nggak mau tapi tetap dikerjain. Kita bisa kok melatih diri supaya nggak jadi people pleaser.
Kalian tau gak sih apa itu people pleaser? People pleaser adalah istilah umum untuk menggambarkan seseorang yang memiliki dorongan kuat untuk menyenangkan orang lain. Biasanya mengorbankan keinginan dan kebutuhan diri sendiri.
Dampaknya kesehatan mental yang menyebabkan kehilangan jati diri, kecemasan, stres, bahkan depresi dan dapat membuat hubungan tidak seimbang dan tidak sehat.
Baca Juga: Rayakan HUT Ke-79 Bhayangkara, Warga Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko Bawa Tumpeng ke Mapolsek
Faktor People Pleaser
- Cenderung Mencari Validasi dari Orang Sekitar. Biasanya ingin lihat atau dinilai baik oleh teman, lingkungan, maupun di lingkungan sekitar yang membuat rendahnya harga diri karena ingin merasa bernilai.
- Pola Asuh Otoriter atau Tidak Suportif. Seorang anak yang tumbuh di keluarga yang menuntutnya harus sempurna, yang tidak diberikan ruang untuk mengekspresikan dirinya akan tumbuh menjadi orang yang selalu ingin terus menyenangkan orang lain.
- Faktor Lingkungan Sosial dan Budaya. Lingkungan atau budaya yang mengutamakan pentingnya kerukunan, kepatuhan, dan menjaga citra bisa membuat seseorang menekan keinginan pribadinya demi orang lain.
- Faktor Trauma atau Pengalaman Buruk. Pengalaman ditolak, dikritik membuat seseorang menjadi takut akan konflik dan ingin berusaha menghindarinya dengan cara menyenangkan semua orang yang ada di dekatnya.
Baca Juga: Lomba Tari Kreasi Tradisi Se-Mojokerto Raya
- Dorongan Kuat Untuk Menayangkan. People pleaser selalu memiliki keinginan yang kuat untuk membuat orang lain merasa senang dan puas saat didekatnya. Bahkan itu sampai mengorbankan dirinya sendiri .
- Faktor Kepribadian. Cenderung empatik dan peka terhadap kebutuhan orang lain, ingin segala sesuatu berjalan baik dan takut membuat kesalahan di mata orang lain hingga lebih mudah terjebak dalam kebiasaan people pleaser.
Solusinya Untuk Penderita People Pleaser
Bersikap Lebih Tegas pada Diri Sendiri dan Orang Lain. Bersikap lebih tegas kepada diri sendiri dan orang lain dengan memberikan batasan pada diri sendiri dan orang lain, memilah-milah bantuan yang akan diberikan kepada orang lain. Dengan memilih bantuan mana yang tidak merugikan diri sendiri, menolak membantu bukan berarti dirimu jahat dan tidak berempati.
Baca Juga: Bupati Albarraa Teguhkan Komitmen Bangun Ekonomi Umat
Menjaga Hubungan Keseimbangan dalam Hubungan Sosial. Pentingnya untuk memberikan ruang pada diri sendiri untuk bisa berkontribusi dan melakukan hal positif. Hal ini membantu untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan dalam hubungan sosial yang dialami seorang people pleaser.
Jangan Meminta Maaf jika Tidak perlu. Jangan meminta kata maaf atas kesalahan yang bukan kamu perbuat, selain menghindarkan kamu untuk menjadi seorang people pleaser hal ini bisa juga untuk melatih seseorang untuk bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.
Menetapkan Batas Waktu. Cobalah untuk memblokir waktu dalam satu hari untuk tidak menerima permintaan seseorang atau rencana baru.
Belajar Menerima Masa Lalu. Hal ini melatih untuk mengurangi rasa trauma yang akan datang, cara ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dan berusaha untuk berpikir positif.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado