JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernahkah kalian merasa hidup penuh dengan sorotan kamera imajinasi? Jalan kaki sembari mendengar lagu galau, memandang jendela saat hujan sambil merenung, atau duduk diam di pojok kelas sambil melihat temanmu yang lain tengah berisik?
Jika iya, kalian saat itu tengah mengalami sindrom Main Character Energy (MCE). Istilah ini kerap digunakan di media sosial untuk menggambarkan seseorang yang menjalani hidupnya seolah-olah mereka adalah tokoh utama dalam film atau cerita.
Istilah ini populer dan banyak digunakan di TikTok dan Twitter sejak 2020. Sampai saat ini, istilah MCE masih sering digunakan untuk menggambarkan sikap percaya diri, sadar diri, dan memiliki kontrol untuk narasi hidup sendiri.
Ciri Main Character Energy
- Fokus Pada Diri Sendiri
Orang dengan ''Main Character Energy'' akan cenderung fokus pada kebutuhan dan keinginannya sendiri. Mereka tidak pernah ragu dan selalu berani untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan tujuan hidupnya.
Mereka memiliki prinsip untuk menjadi tokoh utama dalam cerita mereka sendiri, bukan tokoh orang lain. Dalam melakukan sesuatu, mereka pasti akan menyelesaikannya dengan tepat karena mereka percaya pada kemampuannya sendiri.
- Percaya Diri dan Berani
Dalam mengekspresikan diri, mereka tidak terlalu khawatir tentang penilaian orang lain. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, mereka tidak pernah takut untuk tampil beda.
Mereka percaya bahwa menjadi tokoh utama berarti mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk dipercaya. Oleh karena itu, mereka tidak pernah memikirkan tentang pendapat orang lain karena mereka percaya pada kemampuannya.
- Menghargai Diri Sendiri
Setiap momen dalam hidup meskipun itu hal yang kecil dan biasa, akan memberi makna secara personal dan emosional. Bagi mereka, kejadian yang dialami sehari-hari adalah bagian dari cerita hidup.
Mereka selalu menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan menciptakan momen-momen yang bermakna bagi diri mereka sendiri.
- Memiliki Narasi Hidup yang Kuat
Orang dengan ''Main Character Energy'' biasanya memiliki tujuan hidup yang jelas. Mereka merasa bahwa merekalah yang memiliki kendali atas cerita hidup mereka sendiri. Dalam memilih, mereka akan selalu mempertanggungjawabkan pilihan tersebut.
Main Character Energy (MCE) berbeda dengan narsisme. Umumnya, narsisme adalah orang yang merasa dirinya penting dan hanya mengutamakan diri mereka sendiri.
Sementara orang dengan main character energy hanya menemukan kegembiraan dalam rutinitas dan keseharian mereka sendiri.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga agar MCE tidak berubah menjadi narsisme atau bahkan delusi. Hidup sebagai tokoh utama bukan berarti menganggap orang lain sebagai karakter sampingan dan menjadi egois atas diri kita.
Memiliki ''Main Character Energy'' bukan soal menjadi sempurna atau menjadi yang paling baik dari pada orang lain. Hal yang paling menarik menjadi tokoh utama adalah ketika kita gagal, kita akan belajar, lalu bangkit, dan terus bertumbuh.
Dengan kata lain, memiliki ''Main Character Energy'' adalah tentang bagaimana kita menjalani hidup dengan penuh kesadaran, kepercayaan diri, dan semangat layaknya tokoh utama dalam sebuah cerita. FADYA.
Editor : Imron Arlado