JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kondisi di mana seorang laki-laki yang sudah tumbuh dewasa secara fisik dan usia namun tetap kekanak-kanakan secara emosional adalah definisi dari istilah Manchild yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan.
Istilah ini mulai ramai beredar di media sosial sejak salah satu tren dengan backsound lagu Manchild milik penyanyi barat bernama Sabrina Carpenter viral di platform TikTok.
Konteks dalam video tren tersebut menjelaskan bahwa tidak jarang lelaki yang memiliki usia matang ternyata belum kokoh secara emosional.
Makna dari lagu Manchild juga mendukung konteks pada video. Lagu tersebut menceritakan tentang laki-laki yang sudah cukup dewasa namun perilakunya masih kekanak-kanakan.
Lagu ini merupakan sindiran halus untuk laki-laki yang digambarkan sebagai "manchild".
Individu dengan pribadi manchild umumnya seringkali menolak tanggung jawab dewasa, mereka ingin selalu hidup bebas tanpa beban.
Mereka juga cenderung menuntut perhatian, validasi, serta perawatan dari orang lain terutama pasangannya.
Munculnya pribadi manchild dalam diri laki-laki biasanya dipicu dari pola asuh orang tua semasa kecil.
Orang tua yang pola asuhnya terlalu memanjakan memberi pengaruh yang cukup buruk pada cara berpikir dan berperilaku seorang anak di masa mendatang.
Pola asuh seperti memberi perlindungan yang berlebihan dan memenuhi kebutuhan anak tanpa membiarkan anaknya berusaha dapat menumbuhkan sikap pasif dan terlalu bergantung pada orang lain di diri laki-laki.
Baca Juga: Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Komitmen Dukung Upaya Pelestarian Budaya
Selain pola asuh yang terlalu memanjakan, pola asuh overprotective juga berperan penting dalam memberi pengaruh yang buruk pada cara berpikir anak.
Seperti tidak memberi kesempatan pada anak untuk membuat keputusan sendiri dan seringkali membatasi atau mengendalikan aktivitas anak.
Hal ini dapat membuat anak merasa kesulitan untuk belajar dari pengalaman dan konsekuensi di masa dewasanya nanti.
Laki-laki dengan pribadi manchild dapat ditandai dengan sulitnya membuat keputusan atas kemauannya sendiri, memiliki sikap egois, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Memiliki pribadi yang anti kritik dan sulit mengontrol emosi juga dapat menjadi tanda bahwa seorang laki-laki itu adalah manchild.
Fenomena ini bukan sekedar tentang hobi kekanak-kanakan seperti bermain game atau mengoleksi mainan, tapi pola pikir dan perilaku yang mengakar pada ketidakmatangan emosional.
Perilaku ini jelas merugikan banyak pihak, baik seorang laki-laki itu sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Manchild juga membawa dampak buruk bagi karier, pertemanan, hingga hubungan percintaan. Berikut dampak-dampak buruk manchild:
Baca Juga: Bagian PBJ Kota Mojokerto Berpeluang Terseret Pusaran Korupsi
- Karier mengalami stagnan
Laki-laki dengan pribadi manchild akan merasa kesulitan untuk naik jabatan, dan tidak dipercaya untuk menyelesaikan hal penting.
Mereka juga cenderung tidak memiliki pencapaian yang signifikan karena seringkali meremehkan dan menunda-nunda pekerjaan.
- Pasangan mengalami kelelahan mental
Karena harus selalu mengasuh, memahami, dan menyesuaikan diri pasangan seorang manchild akan mudah stress dan kelelahan mental. Serta terjadinya ketidakseimbangan peran dalam hubungan.
- Lingkaran pertemanan yang tidak sehat
Seorang pria yang memiliki pribadi manchild akan cenderung menghindari teman yang memiliki sifat menantang untuk tumbuh.
Mereka lebih memilih untuk berkumpul dengan orang-orang yang sama-sama belum dewasa secara emosional.
Sejatinya segala perilaku buruk pasti dapat diubah, asalkan ada kesadaran diri dan keinginan untuk berubah. Cara paling sederhana yang dapat dilakukan adalah berkumpul dengan lingkungan yang sehat.
Lingkungan yang di dalamnya berisi dengan orang-orang yang memiliki sikap dewasa secara emosional dan mampu membantu mendorong pertumbuhan.
Selain itu mempelajari tanggung jawab kecil seperti mengurus rumah dan mengatur keuangan pribadi juga dapat dijadikan cara untuk merubah pribadi manchild.
Baca Juga: Ning Hana Tegaskan MPLS di Kabupaten Mojokerto Fokus Kenyamanan Siswa
Mengenali gejala manchild juga sangat penting, baik pada diri sendiri, maupun orang lain. Hal ini dilakukan agar semua orang dapat tumbuh menjadi individu yang lebih dewasa dan sehat secara emosional.
FANEZA
Editor : Imron Arlado