JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film horor terbaru berjudul Narik Sukmo resmi tayang di bioskop sejak 3 Juli 2025. Film ini mengangkat kisah mistis yang dibalut dengan kekayaan budaya dan tradisi Jawa, menghadirkan nuansa horor lokal yang autentik dan memikat.
Narik Sukmo mengajak penonton menyelami rahasia kelam Desa Kelawangin, sebuah desa terpencil yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Desa ini menyimpan kutukan kuno yang diwariskan melalui sebuah tarian mistis bernama Narik Sukmo, tarian yang konon mampu memanggil roh-roh halus dan membawa bencana bagi pelakunya.
Film garapan Indra Gunawan ini merupakan kolaborasi antara rumah produksi Visinema Pictures dan Aurora Films, yang dikenal gemar mengangkat kisah lokal dengan pendekatan sinematik yang kuat.
Indra Gunawan, yang sebelumnya sukses menggarap film Sabda Malam (2023), kembali menunjukkan kemampuannya menyatukan elemen budaya, supranatural, dan psikologis dalam satu narasi yang intens dan mencekam.
Sinopsis Film Narik Sukmo
Cerita bermula dari Kenara Cahyaningrum (diperankan oleh Febby Rastanty), seorang mahasiswi jurusan tari yang tengah mengalami kegalauan dan krisis identitas setelah putus cinta.
Untuk menyembuhkan luka batinnya, Kenara menerima ajakan sahabatnya, Ayu (diperankan oleh Dea Annisa), untuk berkunjung ke kampung halaman Ayu di Desa Kelawangin.
Namun, bukannya menemukan kedamaian, Kenara justru dihantui oleh serangkaian kejadian supranatural. Tubuhnya secara misterius mulai bergerak sendiri, menari mengikuti gerakan Narik Sukmo, sebuah ritual kuno yang hanya dilakukan oleh penari terpilih pada zaman dahulu.
Tarian itu bukan sekadar warisan budaya—ia adalah media pemanggil sukma, yang jika dilakukan tanpa izin dan pemahaman, bisa membangkitkan roh jahat yang telah lama tersegel.
Kenara pun terjebak dalam mimpi buruk yang kian nyata, ketika satu per satu warga desa mulai mengalami kematian misterius di tengah hujan deras yang terus mengguyur desa tanpa henti.
Dalam upayanya mencari jawaban, Kenara bertemu Dierja (diperankan oleh Aliando Syarief), seorang pemuda desa yang memiliki hubungan leluhur dengan sang penari pertama Narik Sukmo.
Bersama Dierja, Kenara menyusuri jejak sejarah kelam desa itu—menggali rahasia yang telah lama dikubur, dan mencoba menguak kutukan yang nyaris tak bisa dipatahkan.
Namun, semakin dekat mereka dengan kebenaran, semakin besar pula ancaman yang menghantui mereka. Tarian yang dulu menjadi simbol penghubung dunia manusia dan alam gaib kini berubah menjadi pertanda kehancuran.
Mampukah Kenara dan Dierja mengungkap kebenaran di balik tarian tersebut? Ataukah menjadi mala petaka untuk mereka berdua?
Dengan durasi 1 jam 45 menit, Narik Sukmo menjanjikan pengalaman menonton yang berbeda—penuh ketegangan, nuansa spiritual, dan kedalaman budaya. Film ini tak hanya menyuguhkan horor visual, tetapi juga refleksi atas hubungan manusia dengan tradisi dan dunia tak kasat mata.
Jangan lewatkan kisah menyeramkan ini di bioskop kesayangan Anda! Saksikan Narik Sukmo, dan bersiaplah untuk dibawa menari di antara batas dunia hidup dan mati. Devi
Editor : Imron Arlado