JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Penggunaan teknologi kecerdasan buatan semakin marak di berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang dikenal dengan Artifical Intelligence (AI) terus berkembang pesat, salah satunya yaitu teknologi AI orang-orang biasa menyebutnya dengan ChatGpt.
ChatGpt merupakan sebuah teknologi kecerdasan buatan yang mampu melakukan percakapan secara otomatis dengan manusia menggunakan bahasa yang diucapkan. Dengan keunggulannya, ChatGpt dapat memudahkan pekerjaan manusia yang berhubungan dengan teks.
Banyak orang meminta ChatGpt untuk mengerjakan beberapa pekerjaan seperti, copywriting, menulis esai, buku, puisi, soal matematika, beberapa tugas sekolah dengan berbagai bahasa yang tentunya dimengerti oleh ChatGpt, hingga tugas akhir kuliah. Seperti skripsi, hingga artikel ilmiah.
Baca Juga: Kembangkan Wisata Sungai Ngotok dan Budi Daya Ikan Keramba Jaring Apung
Karena dilatih berdasarkan data yang ada, ChatGpt tidak dapat menciptakan ide maupun wawasan yang benar-benar asli. Yang mungkin mengecewakan pengguna yang mencari kreativitas yang inovatif. Terkadang juga ChatGpt menampilkan jawaban yang berulang serta monoton.
Meskipun obrolan ChatGpt memiliki beberapa keunggulan dalam dunia pendidikan, ia juga memiliki beberapa kelemahan untuk dipertimbangkan.
Berikut kekurangan ChatGpt di dunia pendidikan
- Informasi yang seringkali tidak akurat terkadang juga menyesatkan.
- Kurangnya pemahaman yang benar.
- Ketergantungan yang berlebihan pada ChatGpt.
- Kreativitas menjadi terbatas.
- Mengurangi kemampuan berpikir kritis.
Baca Juga: Lomba Tari Kreasi Tradisi Se-Mojokerto Raya Bisa Diikuti Individu atau Berkelompok
Berikut kelebihan ChatGpt di dunia Pendidikan
- Mampu memberikan informasi dalam waktu singkat
- Memahami dan merespon pertanyaan dalam berbagai bahasa
- Dapat menghasilkan teks yang menyerupai bahasa manusia
Maka dari itu, penggunaan ChatGPT harus dilakukan dengan bijaksana. ChatGPT hanyalah alat bantu, bukan sebagai alat penganti, untuk usaha dan karya anak didik. NIYA
Editor : Imron Arlado