Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hubungan Tanpa Kepastian: Mengenal Fenomena Situationship di Kalangan Gen z

Imron Arlado • Minggu, 6 Juli 2025 | 20:37 WIB
Hubungan Tanpa Kepastian: Mengenal Fenomena Situationship di Kalangan Gen z
Hubungan Tanpa Kepastian: Mengenal Fenomena Situationship di Kalangan Gen z

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di masa kini, hubungan cinta tak lagi dalam label hitam putih. Di antara ’teman’ dan ’pacar’, muncul zona abu-abu yang saat ini dikenal sebagai situationship’. Hubungan tanpa komitmen yang jelas ini tampaknya makin familiar di kalangan Gen Z.

Situationship adalah hubungan romantis yang tidak bisa didefinisikan dengan jelas. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan hubungan yang lebih dari sekadar teman namun belum sampai di tahap pacaran atau hubungan resmi.

''Situationship ini sering muncul karena adanya rasa takut untuk berkomitmen atau keinginan untuk eksplorasi hubungan tanpa tekanan sosial,'' ujar Retha Arjadi, seorang psikolog klinis.

Hubungan ini menjadi tren di kalangan Gen Z yang memiliki karakter bebas, reflektif, dan anti dikekang. Ada beberapa hal yang menjadi alasan Gen Z untuk memilih situationship.

  1. Takut Komitmen

Beberapa orang mungkin takut untuk menjalin komitmen atau merasa belum siap untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Hal ini berujung pada dipilihnya situationship sebagai zona nyaman dalam menjalin hubungan.

 

 

  1. Ingin Kebebasan

Situationship memberikan fleksibilitas dan kebebasan tanpa tekanan komitmen. Biasanya, orang yang ingin fokus ke diri sendiri atau karir akan memilih situationship agar mereka tetap bebas tanpa takut dikekang.

  1. Ketidakpastian

Situationship dapat digunakan sebagai pilihan ketika seseorang merasa belum yakin terhadap pasangannya atau belum siap untuk berkomitmen.

Namun, tak jarang juga muncul kebingungan, cemburu, atau overthinking karena status yang menggantung. Oleh karena itu, hubungan situationship ini memiliki sisi positif dan negatifnya.

Sisi positif dari situationship adalah kita bisa bebas tanpa tekanan dari orang lain. Hubungan ini cocok untuk orang yang belum siap untuk berkomitmen dan menjalani hubungan yang serius.

Situationship juga bisa menjadi ruang eksplorasi perasaan dan ekspektasi yang ada pada diri kita dan pasangan.

Selain sisi positif, situationship juga memiliki sisi negatif. Dalam hubungan ini, miskomunikasi akan rawan terjadi. Karena hubungan yang bebas tanpa ada ikatan yang jelas, akan sulit untuk membangun komunikasi yang baik dengan pasangan.

Hubungan ini juga tidak bisa berjalan dengan baik untuk semua orang. Tidak semua orang kuat untuk menjalani ketidakpastian dalam hubungan.

Jika salah satu pihak mengharapkan hubungan yang lebih serius, hal ini jelas akan menimbulkan luka emosional. Karena tujuan dari hubungan ini adalah memberikan kebebasan tanpa mengharapkan lebih.

 

 

Situationship merupakan cerminan dinamika baru dalam hubungan di era modern, yaitu hubungan yang lebih fleksibel namun juga kompleks.

Bagi mereka, status bukanlah hal yang penting, tapi bagaimana kedua pihak membangun komunikasi, saling menghargai, dan paham apa yang mereka inginkan.

Perlu diingat bahwa situationship bukanlah hubungan yang buruk, namun penting bagi kita untuk memahami apa yang kita inginkan dalam sebuah hubungan. Komunikasikan dengan pasangan mengenai ekspektasi dan harapan masing-masing dalam sebuah hubungan. FADYA.

 

Editor : Imron Arlado
#Gen Z #hubungan tanpa komitmen #komitmen #situationship #Hubungan tanpa kepastian