JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kemampuan seseorang untuk mengekspresikan, memahami, mengenali, bereaksi, serta menafsirkan emosi dirinya sendiri maupun orang lain ini pada umumnya disebut dengan Emotional Intelligence atau kecerdasan emosional.
Pada mulanya, kecerdasan ini didefinisikan oleh Peter Salovey dan John Mayer sebagai kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan memahami emosi diri sendiri dan orang lain, serta menggunakannya sebagai pemandu pikiran dan tindakan.
Kemudian definisi tersebut diperdalam dan dibagi menjadi 4 kemampuan yakni memahami, menafsirkan, mengelola, dan menggunakan emosi dengan baik.
Baca Juga: Rayakan HUT Ke-79 Bhayangkara, Warga Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko Bawa Tumpeng ke Mapolsek
Biasanya, kecerdasan yang menjadi tolak ukur kesuksesan dan kecerdasan setiap orang adalah Intelligent Quotient atau IQ. Namun, dibalik itu ternyata ada kecerdasan yang dianggap lebih penting dari IQ yaitu Emotional Intelligence.
Kecerdasan ini dianggap berperan penting dalam kehidupan sehari hari karena kecerdasan emosional inilah yang dapat secara efektif menentukan kesuksesan seseorang di segala aspek kehidupan terutama dunia kerja dan pendidikan.
Individu yang memiliki kemampuan ini cenderung lebih mampu bereaksi dan mengelola emosinya dengan baik. Mereka juga lebih mampu menyelesaikan konflik dengan kepala dingin, serta mengelola stresnya.
Tak hanya pandai mengelola emosinya sendiri, namun pandai juga memahami serta bereaksi terhadap emosi orang lain. Mereka juga biasanya mampu menjadi seorang pendengar dan penasihat yang baik.
Baca Juga: Lomba Tari Kreasi Tradisi Se-Mojokerto Raya, Tingkatkan Minat Anak Muda dalam Pelestarian Budaya
Menurut Howard Gardner (1983) emotional intelligence memiliki 5 pokok utama yaitu:
- Mampu menyadari emosi diri sendiri.
- Mampu mengelola emosi diri sendiri.
- Memiliki kepekaan dan mampu merespon emosi orang lain dengan baik.
- Mampu membina hubungan yang sehat dengan orang lain.
- Mampu menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri.
Selain itu, orang dengan emotional intelligence yang baik cenderung lebih mudah dipercaya, memiliki pribadi yang hangat, mampu beradaptasi dengan baik, memiliki motivasi yang tinggi, mudah bergaul, dan dapat bekerja sama dalam tim dengan baik.
Kecerdasan emosional juga dapat mencegah gangguan pada kesehatan mental dan membantu meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dilansir dari buku berjudul “Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ” milik Daniel Goleman, terdapat 5 komponen utama dalam kecerdasan emosional. Di antaranya adalah:
Baca Juga: Bupati Mojokerto Albarraa Teguhkan Komitmen Bangun Ekonomi Umat
- Self-awareness (Kesadaran diri)
Self awareness adalah kemampuan seseorang untuk menyadari emosi pribadi yang sedang dialami dan apa pengaruhnya terhadap perilaku, pikiran, serta interaksi dengan orang lain.
Individu yang memiliki kemampuan ini mampu mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya, serta memahami nilai-nilai pribadi secara realistis.
- Self regulation (Pengelolaan diri)
Komponen penting ini memiliki arti kemampuan mengelola dan menyeimbangkan emosi agar dapat diekspresikan dengan tepat.
Kemampuan ini dapat membuat seseorang untuk tetap tenang dalam keadaan sulit, dan dapat mencegah reaksi impulsive.
- Motivation (Motivasi diri)
Kemampuan ini merupakan dorongan internal dari diri sendiri yang membuat tiap individunya memiliki motivasi yang tinggi, memiliki semangat yang besar, tekun, tidak mudah terdistraksi, optimis, dan pantang menyerah.
Baca Juga: Tersangka Yustian Enggan Melawan
- Empathy (Empati)
Empati adalah kemampuan memahami dan peka terhadap emosi orang lain secara akurat dengan perspektif yang beragam.
Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk memahami kebutuhan dan sudut pandang orang lain, sehingga dapat membina suatu hubungan yang sehat dengan komunikasi yang baik.
- Social skills (Keterampilan sosial)
Social skills dapat membuat orang yang memilikinya dapat membangun dan membina hubungan yang positif dengan semua orang
Mereka memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik dengan baik.
Baca Juga: Pemandian Sekarsari Kota Mojokerto Tak Beroperasi Optimal
Itu dia penjelasan mengenai Emotional Intelligence (EI). Menurutmu, apakah kamu sudah memiliki kemampuan Emotional Intelligence?
FANEZA
Editor : Imron Arlado