JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kalian pasti nggak asing dengan kalimat hubungan tanpa status yang mungkin kalimat tersebut seringkali muncul di media sosial.
Hubungan tanpa status yang mungkin para Gen Z menyebutnya HTS adalah jenis hubungan romantis dimana kedua pihak yang terikat kondisi tersebut mengalami kedekatan emosional maupun fisik, namun kedua pihak tersebut tidak memiliki hubungan atau status yang resmi sebagai pasangan.
Hal ini ditandai dengan ketidakjelasan tentang masa depan hubungan,tidak ada label atau status pacaran, kurangnya komitmen jangka panjang.
Dan mengapa Gen Z lebih tertarik dengan hubungan tanpa status dibandingkan dengan berpacaran disebabkan ketidaksiapan berkomitmen jangka panjang, ingin merasa bebas atau sekadar menikmati kedekatan tanpa terbebani status.
Namun hubungan tanpa status juga memiliki beberapa risiko di antaranya potensi patah hati, ketidakpastian dan cemas tentang kejelasan hubungan di masa depan, dan kehilangan kesempatan untuk membina suatu hubungan yang lebih serius dengan orang lain, namun ada fakta dibaliknya.
Penyebab Seseorang Memilih Hubungan Tanpa Status
Pertama, timbulnya ketakutan yang muncul dalam diri. Misalnya takut berkomitmen ,takut tak bisa menjadi pasangan yang baik, sampai takut untuk ditolak.
Kedua, kurang mendukung lingkungan sekitar untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Seseorang akan menjadikan HTS sebagai pilihan dikarenakan ingin menyelesaikan studi ataupun fokus pada karir, jadi mereka tak perlu pusing memikirkan hubungan. Tidak adanya restu orang tua sehingga HTS menjadi pilihan.
Ketiga, kata pertemanan dijadikan tameng untuk seseorang memilih HTS, kedekatan curhat yang makin sering membuat timbulnya benih-benih cinta yang tak disadari, tak ada perasaan yang coba diutarakan karena terhalang kata pertemanan semata.
Fleksibilitas Dan Kebebasan
Ketidakterikatan oleh aturan-aturan yang biasanya ada dalam hubungan komitmen, sehingga bisa lebih leluasa mengatur waktu dan aktivitas pribadi.
Menikmati kebebasan ini memiliki dampak positif bagi kamu karena memberikan ruang untuk fokus pada diri sendiri dan dapat mengejar tujuan pribadi tanpa tekanan dari ekspektasi hubungan yang konvensional.
Potensi Perubahan Dinamika Hubungan
Dinamika dalam HTS dapat sering berubah seiring berjalannya waktu. Salah satu pihak mungkin mengembangkan perasaan yang lebih dalam atau ada keinginan untuk mengubah status hubungan menjadi lebih serius.
Takut Disakiti Lagi
Banyaknya trauma dari hubungan sebelumnya. Hal ini menjadikan HTS menjadi pilihan yang tepat, HTS dianggap sebagai zona aman. Biasanya punya kedekatan emosional tanpa terlalu banyak resiko patah hati.
Pacaran Itu Ribet
Beberapa orang merasa pacaran bikin pengeluaran nambah, contohnya beli kado, ngedate, anniversary. HTS lebih hemat kadang juga nggak perlu merayakan perayaan macam-macam.
Masih Pengen Kenal Banyak Orang
HTS memungkinkan seseorang untuk tetep mengenal orang lain tanpa rasa bersalah. Ini cocok untuk mengenal lebih dalam untuk benar-benar berpacaran, seperti memilih milih dulu sebelum menjalin hubungan yang serius.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado