JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sering merasa tak dianggap bahkan merasa menjadi cadangan dalam suatu hubungan. Jangan dianggap sepele, bisa jadi kamu sedang menjadi backburner dalam hubungan.
Dalam dinamika kehidupan yang semakin komplek, terdapat istilah backburner yang seringkali merugikan bagi suatu hubungan. Istilah tersebut mengarah kepada seseorang yang sengaja disimpan sebagai opsi cadangan dan tidak pernah benar-benar dijadikan sebagai prioritas utama dalam hubungan.
Fenomena ini seringkali menunjukkan adanya sinyal perselingkuhan karena adanya pemberian harapan agar pasangan tidak pergi meninggalkan, namun tak ada kejelasan yang pasti dalam suatu hubungan.
Arti Backburner
Dilansir dari cxomedia.id backburner relationship sebenarnya sama saja dengan berselingkuh secara tidak langsung. Hal ini dikarenakan membiarkan adanya beberapa pilihan yang tersedia dengan harapan jika hubungan pertama yang dijalani tidak berjalan dengan baik atau dengan kata lain harus berakhir, maka seseorang yang menjalani backburner bisa menjadikan pasangan cadangannya sebagai pengganti.
Sedangkan menurut Study Finds, adanya istilah backburner ini pada awal pandemi, karena tekanan yang terjadi selama pandemi, seseorang cenderung merasakan banyak tekanan yang cukup tinggi dalam menjalin suatu komitmen dengan seseorang.
Adanya kerumitan pada masa pandemi ini menjadikan beberapa orang mencari distraksi dengan berhubungan kembali dengan orang-orang di masa lalunya atau bahkan menjalin kedekatan dengan orang baru sebagai cadangan.
Backburner Menurut Psikologi
Suatu hubungan yang menjalin adanya backburner jika dikaitkan dengan psikologi tentu kondisi ini merupakan bentuk adanya insecurity (ketidakamanan). Jika berkaitan dengan psikologi, kondisi backburner ini tentu bukan sekedar adanya ego terhadap keinginan berselingkuh.
Hal ini seringkali berakar karena adanya kecemasan, ketakutan, dan kurangnya rasa percaya diri yang berpengaruh terhadap seseorang menjalin dan memandang suatu hubungan.
Editor : Imron Arlado