Jawa Pos Radar Mojokerto – Di zaman yang semakin canggih dan serba digital seperti sekarang, ponsel sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari kita. Banyak dari kita yang terbiasa menggunakan ponsel untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah mencatat hal-hal penting. Hampir semua orang yang punya ponsel biasanya menyimpan catatan penting mereka di sana, atau kadang di laptop, supaya lebih mudah diakses kapan saja dan di mana saja.
Tetapi, terdapat juga beberapa orang yang masih menggunakan cara yang lama, yaitu menulis di buku catatan. Entah itu mencatat agenda harian, menulis jurnal, dan membuat aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan, kebiasaan ini bukan hanya sekadar nostalgia.
Dalam ilmu psikologi, mereka yang masih mencatat hal-hal penting di buku atau kertas menunjukkan keunikan emosional dan kognitif yang patut diapresiasi. Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas mereka yang masih mencatat menggunakan buku.
Baca Juga: Kejari Kota Mojokerto Jawab Isu Pengondisian dengan Penetapan Tujuh Tersangka
Berikut adalah lima kepribadian unik mereka yang masih mencatat menggunakan buku dibandingkan menggunakan ponsel.
1. Menganalisis Informasi Secara Mendalam
Dalam sebuah penelitian mengatakan jika menulis secara manual atau menggunakan buku dapat membuat otak lebih mengelola, memahami, dan mengingat informasi dengan lebih baik dibandingkan dengan mengetik. Hal ini membuat keterlibatan mental yang lebih tinggi.
Mereka yang sering mencatat denhan menggunakan tulisan tangan cenderung mengolah informasi secara lebih detail, tidak hanya menyerap informasi. Hal ini membuat mereka pembelajar yang tangguh dan reflektif.
Baca Juga: Dua Pejabat Pemkot Mojokerto Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pujasera Kapal TBM
2. Teliti dalam Hal-Hal Kecil
Mereka yang gemar menulis atau mencatat di jurnal fisik cenderung memiliki ketelitian yang lebih tinggi dan besar pada hal-hal kecil. Hal ini dikarenakan menulis secara manual membutuhkan perhatian yang lebih detail, baik dalam struktur tulisan maupun isi pesan yang akan ditulis.
Sifat seperti ini sangat berguna dalam segala aspek kehidupan kita. Mulai dari aspek pekerjaan yang membutuhkan presisi dan hubungan interpersonal yang memerlukan detail, empati, dan kepekaan.
Baca Juga: Satlantas Polres Kota Mojokerto Desak Perbaikan Menyeluruh
3. Memiliki Fokus yang Lebih Tinggi
Menulis di buku membuat seseorang terhenti sejenak, memungkinkan mereka untuk lebih fokus dan sepenuhnya terlibat dengan apa yang sedang ditulis. Sehingga, tidak mengetik atau copas (copy-paste) saat mencatat di ponsel, menulis di kertas membuat kita benar-benar fokus dan merenung.
Mereka yang memiliki kebiasaan menulis di buku ini biasanya memiliki kualitas mindfulness yang tinggi atau kesadaran penuh terhadap momen sekarang. Istilah lainnya yaitu sesuatu yang sangat berharga di tengah dunia yang sedang ramai dan tergesa-gesa.
4. Memiliki Kontrol Diri yang Kuat
Baca Juga: Batu Loncatan Menuju Prestasi hingga Internasional
Di era yang serba digital ini, memilih untuk mencatat di buku atau kertas bisa menjadi bentuk kontrol diri yang kuat dalam minimalis digital. Mereka tidak mudah terpengaruh atau terdistraksi oleh media sosial dan keinginan untuk membuka aplikasi atau mengecek pesan masuk.
Hal tersebut terjadi karena mereka memiliki kesadaran diri yang tinggi. Sehingga mereka mampu menjaga batasan digital dengan keras demi ketenangan pikiran dan efisien waktu.
5. Mengembangkan Wawasan Emosional
Menulis atau mencatat di jurnal sudah terbukti sebagai salah satu cara yang efektif dalam meredakan stres, mengelola emosi, dan memperdalam pemahaman diri. Mereka yang suka menulis di buku atau jurnal cenderung memiliki sifat yang lebih introspektif dan reflektif.
Baca Juga: Eksotisme Air Terjun Coban Canggu Mojokerto
Mereka lebih senang mengenali emosi mereka, menyelami perasaan, dan menemukan makna di balik peristiwa hidup yang mereka telah alami. Sehingga, hal tersebut membuat mereka memiliki emosional yang lebih tinggi dan sehat.
Itulah 5 kepribadian orang yang menulis menggunakan buku dibandingkan dengan ponsel. Bagaimana menurutmu? RENO
Editor : Imron Arlado