Jawa Pos Radar Mojokerto – Di era yang semakin berkembang ini, dunia media sosial menjadi bagian yang harus kita gunakan dalam aktivitas sehari-hari. Tak sedikit orang yang menggunakan media sosial untuk berbagai keperluan, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, dan mencari hiburan.
Penggunaan media sosial ini telah digunakan oleh banyak orang. Semua konten yang ada di media sosial dapat dikonsumsi oleh pengguna smartphone sebatas menggulirkan layar.
Selain itu, pengguna hanya melihat sebuah konten dalam waktu yang singkat dan kemudian melihat konten yang berbeda dalam waktu sekian detik.
Baca Juga: Selamatkan Uang Pajak Sebesar Rp 2,7 Miliar, Bapenda Kolaborasi dengan Kejari Kabupaten Mojokerto
Menggunakan media sosial merupakan hal yang wajar di era digital ini, bahkan bermanfaat bagi Sebagian orang. Walaupun demikian, penggunaan media sosial bukan lagi hal wajar jika seseorang menunjukkan bentuk adiksi dari penggunanya. Salah satu bentuk adiksi yang jarang disadari adalah mindless scrolling.
Apa Itu Mindless Scrolling?
Mindless scrolling merupakan kegiatan menggulir layar handphone,laptop, tablet, bahkan komputer secara terus menerus ketika membuka media sosial. Aktivitas tersebut dilakukan untuk dapat mendapatkan sebanyak mungkin konten ketika sedang menelusuri media sosial.
Mindless Scrolling sendiri bisa terjadi tanpa diketahui oleh penderitanya. Mereka terlalu banyak menggunakan media sosial hingga beralibi hanya sebatas untuk beristirahat dan mencari hiburan.
Baca Juga: Bulan Besar, Ribuan Pasangan di Mojokerto Ajukan Nikah
Mungkin, awalnya memang untuk mencari hiburan dan beristirahat dari dunia nyata. Tetapi, jika dilakukan secara terus menerus akan dapat membuat terperangkap dalam kegiatan mindless scrolling. Kegiatan ini membuat penderitanya terdistraksi atau terputus dari kehidupan dunia nyata.
Dampak Buruk Mindless Scrolling
1. Memicu Stres dan Kelelahan Mental
Baca Juga: Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto Maksimalkan Peran Posyandu untuk Tekan Tengkes
Menghabiskan waktu terlalu lama untuk media sosial dapat membuat kita jenuh dan meningkatkan stress. Hal tersebut dikarenakan otak kita terlalu banyak memproses begitu banyak informasi dalam waktu yang singkat.
Setiap kali kita mengakses media sosial, terlalu banyak informasi yang kita serap, seperti layanan iklan, hiburan, dan berita terbaru. Karena terlalu banyak informasi tersebut, otak kesulitan untuk menyaring informasi yang penting dan tidak.
2. Mengurangi Interaksi Sosial
Terlalu banyak menghadap smartphone dan menggunakan media sosial dapat membuat keterampilan dalam berinteraksi menurun. Menyampaikan pesan lewat media sosial dapat membuat kita cenderung kurang terampil dalam menyampaikan pesan secara langsung.
Kalian mungkin akan kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain dan memulai percakapan atau mempertahankan topik pembicaraan. Interaksi media sosial cenderung tidak intens seperti tatap muka yang mempengaruhi kemampuan kita untuk merespons percakapan di dunia nyata.
3. Sulit Untuk Konsentrasi
Mindless scrolling juga dapat membuat menurunkan fokus yang membuat kita kesulitan berkonsentrasi. Terlalu banyak menerima informasi dari media sosial membuat proses kognitif berlebihan yang menyebabkan otak kesulitan untuk fokus.
Sehingga, kita kesulitan untuk menerima informasi dan membutuhkan waktu lebih banyak agar dapat menyesuaikan diri. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi konten media sosial juga dapat membuat kita kesulitan untuk belajar.
Baca Juga: Area Strategis, tapi Kualitas Miris, Trotoar Jalan Empunala Kota Mojokerto Jebol dan Pecah
4. Menurunkan Produktivitas
Menggunakan media sosial secara berlebihan dapat membuat kita menjadi malas untuk mengerjakan sesuatu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, bekerja, dan menjalani aktivitas lainnya justru terbuang karena mindless scrolling.
Melihat konten yang tidak bermanfaat hanya membuang waktu, lebih baik kita gunakan waktu berharga kita untuk fokus pada hal-hal yang lebih bermanfaat. RENO
Editor : Imron Arlado