Keberadaan tumbler bisa dibilang sebagai solusi ramah lingkungan. Botol minuman satu ini jamak dipilih sebagai langkah diet plastik. Tujuannya tak lain untuk menekan dampak buruk plastik terhadap lingkungan dan kesehatan tubuh.
Seperti yang diungkapkan Alifia Damayanti. Dia memilih mengoleksi tiga tumbler stainless steel sebagai langkah diet plastik. Yakni, program meminimalisir pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari sejak setahun belakangan duduk di bangku kuliah.
”Karena pencemaran dari mikroplastik maupun paparan bisphenol A (BPA) itu bisa berdampak buat kesehatan," ujar mahasiswi asal Kota Mojokerto ini. Selain memiliki tampilan yang menarik, botol minuman kekinian ini tak seperti botol plastik. Tumbler bisa dan aman digunakan berulangkali bahkan awet hingga hitungan tahun. Bahkan, pemakaiannya terbilang efisien dan ramah di kantong.
”Jadi nggak perlu beli air mineral (kemasan plastik) yang diitung-itung bisa lebih mahal ketimbang bontot dari rumah. Hemat uang saku,” imbuh perempuan 20 tahun ini. Apalagi tumbler stainless steel perawatannya tergolong mudah.
Tak perlu khawatir soal ketahanan, sebab bahan baja relatif antikarat. Seperti umumnya, botol ini bisa dicuci manual menggunakan sabun dikombinasi air hangat sebelum disimpan dalam kondisi bersih. ”Dan kalau mau disimpan, setelah dicuci pastikan kondisinya benar-benar kering," tandas Alifia. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi