Belakangan ini, tumbler sedang digandrungi banyak orang. Terutama bagi kalangan muda atau generasi Z. Model, corak, dan warna yang beragam serta tahan air dingin hingga 24 jam membuat botol minuman kekinian ini banyak dikoleksi, serta sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
Seperti yang dilakukan Dwi Agustian. Sejak tiga tahun terakhir, pria asal Kecamatan Jetis ini punya lima koleksi tumbler. Itu dilakukan seiring keranjingan minum kopi hangat maupun dingin. ”Biasanya minuman buat dibawa bekal kerja,” ujar karyawan salah satu pabrik pakan ternak ini.
Dia mengaku kepincut dengan botol minuman kekinian tersebut karena desain dan model yang makin menarik. Khususnya tumbler dengan desain minimalis warna bold, sehingga memunculkan kesan elegan. ”Sekarang banyak juga yang jual custom, warna dan coraknya bisa sesuai permintaan. Harganya macam-macam, dari puluhan sampai ratusan ribu,” imbuh pria 25 tahun ini.
Jenis tumbler beragam macamnya. Sesuai bahannya, ada tumbler stainless steel, kaca, hingga plastik. Tumbler stainless steel modern bahkan dilengkapi dengan penutup kedap udara. Fitur ini mencegah terjadinya tumpahan dan menjaga suhu minuman agar tetap terjaga. Minuman panas bisa bertahan maksimal 12 jam, sedangkan minuman dingin bahkan mampu bertahan hingga sehari penuh.
”Kalau yang plastik, pilih yang bahannya BPA-free (tidak mengandung bisphenol A). Sebenarnya pakai tumbler ini supaya kurangi plastik," ungkap pria kelahiran tahun 2000 tersebut. Seperti diketahui, BPA atau bisphenol A merupakan zat kimia yang sering digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat dan resin epoksi. Penggunaan berulang dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan.
Meski begitu, lanjut Dwi, tumbler plastik cocok untuk dibawa saat menemani olahraga. Itu karena bahan yang ringan dan relatif tahan pecah. Dengan membawa botol minuman sendiri, dinilai mampu mendorong konsumsi air minum harian lebih tinggi. ”Kualitasnya juga lebih terjamin. Karena kita bawa sendiri dari rumah,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi