Beberapa desa di Kabupaten Mojokerto memiliki potensi besar menjadi destinasi favorit para slow traveller. Salah satunya Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, yang telah menciptakan ekosistem wisata budaya dan sejarah Majapahit.
Dibangunnya ratusan rumah berkonsep Majapahitan tahun 2014 lalu turut mengubah wajah Desa Bejijong. Dari sekadar penghasil kerajinan cor kuningan, menjadi desa wisata Kampung Majapahit.
’’Sejak tahun 2014 lalu kami sudah merintis dengan bantuan pembangunan rumah Majapahit. Alhamdulillah, kami terus kembangkan dengan beberapa destinasi wisata sejarah. Seperti Candi Brahu serta wisata religi Buddha Tidur di Maha Vihara,’’ ungkap Kepala Desa Bejijong PradanaTera Mardiatna.
Dengan destinasi itu, pengunjung tidak hanya disuguhi eksotisme bangunan bersejarah peninggalan Majapahit. Tapi, juga diajak merasakan vibe dan keragaman budaya dari kerajaan terbesar di Nusantara ini dengan bercengkerama bersama masyarakat desa.
Mereka juga menikmati sajian kuliner khas, seperti ayam panggang kemaron, serta kesenian tarian, kerajinan cor kuningan, dan pernak-pernik lainnya.
’’Wisatawan bisa berkeliling kampung dan area sekitarnya dengan menggunakan shuttle bus. Bisa mengunjungi pusat oleh-oleh khas Desa Bejijong berupa telur asin bakar, oblong Mojopahit, kerajinan cor kuningan dan pernak-pernik lainnya,’’ tandasnya.
Sementara itu, konsep travelling santai juga tengah dikembangkan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto di kawasan Trawas.
Bekerja sama dengan penyedia hotel, pengelola desa wisata hingga penyedia transportasi, pemkab optimistis ekosistem wisata di Trawas kian diminati pelancong dari luar daerah.
’’Tujuannya, agar hotel, pengelola wisata, dan desa wisata berlomba membuat paket wisata yang simpel, yakni minimum terdiri dari tiga lokasi wisata per harinya,’’ tambah Kadisbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handito. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi